Lebih banyak dipakai untuk kasus2 yang jelek bukan menjelekkan, ada juga berita yang baik. Tinggal kita memperbanyak berita yang baik misalnya, atlit bulutangkis Indon merebut lima kategori, bukan hanya satu yang masuk final kalah lagi. Jarena bukan salah orang Malay tetapi 100 % tergantung kita sendiri.
rzain --- In [email protected], Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > bukankah dlm tulisan itu sudah ada penjelasannya? kok belum jelas juga seh? gimana tuh... masalahnya adalah bahwa penyebutan indon itu lebih banyak dipakai untuk kasus2 yg menjelekkan indonesia. tetapi kalau penyebutan indon digunakan untuk hal2 yg positif bagi pencitraan indonesia, tentu tidak jadi berlarut2.
