Bu Ratih,
  Jangan-jangan komputer Ibu di "hack" oleh pihak-pihak yang merasa "sangat 
berkuasa" seperti tulisan Ibu :P
   
  Kembali ke topik semula, saya salut dengan keberanian Ibu untuk memulai 
sistim pendidikan alternatif ("Daycare"). Saya sendiri berharap suatu saat 
(kalau sudah pensiun) bisa mendirikan lembaga pendidikan alternatif khusus bagi 
anak-anak berbakat/genius, dengan metode pendidikan kritis seperti yang Ibu 
kembangkan saat ini.
   
  Buat saya, menyaksikan "brain drain", mengalirnya anak-anak cerdas Indonesia 
ke luar negri (dan sebagian besar tidak kembali lagi) adalah sebuah 
keprihatinan, namun saya rasa ini adalah alternatif terbaik, kalau pemerintah 
saat ini tidak bisa mendorong terciptanya lapangan kerja dengan gaji yang layak 
bagi para profesionalnya, maka "ekspor tenaga kerja ahli" menjadi solusinya.
   
  Ribuan insinyur komputer India memilih meninggalkan negaranya dan mencari 
nafkah di Amerika dan Eropa, namun pada akhirnya India mendapat "brand image" 
sebagai pencetak ahli-ahli komputer berkualitas.
   
  Hal yang sama terjadi pada ribuan ilmuwan asal Korea, China, dan saat ini 
yang mulai menyusul adalah ilmuwan dari tetangga, Singapore dan Malaysia.
   
  Indonesia, hanya tinggal tunggu waktu saja untuk mengikuti trend itu.
   
  Salam.
  

Ratih Gandasetiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Maaf pak John, baru bisa ol lagi
maklum.....komputernya ngadat, mungkin keliwat sering
digunakan.....kurang istirahat :-)

Ya saya sangat paham akan ke galauan pak John, bila
anak dididik "Kritis" bagaimana nanti bila masuk di
"Real World"....tapi kan " Real World" yang pak John
maksudkan itu, hanya ada di negri ini saja yang
menggunakan sistem pola asuh yang Feodalistik....
"Because I said so" itu ????. 

Kaya nya kalo kita semua berniat untuk menjadikan
negri ini menjadi negri yang terpandang dan yang di
"respekt" oleh negri lain.....sepertinya..... sudah
waktunya harus mem "produk" anak-anak seperti ini?????

Sehingga kelak bisa terjadi interaksi yang sehat? Atau
kita lebih memilih mempunyai masyarakat yang
"Robotik", dan hanya mempunyai segelintir pemikir yang
teramat sangat ber "Kuasa" seperti jaman Hitler dulu
di Jerman atau era Orba yang lalu dan mungkin sudah
sampai sekarang??????. Jadi mau menunggu sampai kapan
lagi.....????Bukan kah itu berarti pembodohan Pak
John?????

Entahlah saya memberanikan diri untuk memulai hal
seperti ini....karena saya sudah "Cape" melihat
kesehatan Jiwa bangsa ini...yang semakin
merosotsehingga mereka selalu memilih jalan pintas.Dan
saya merasa saat ini adalah saat yang tepat untuk
mengubah "Karakter Bangsa" ini.Mohon maaf saya tidak
ber maksud melecehkan siapapun!!!!

Mudah2an idea saya mendapatkan support dari masyarakat
luas...terutama Rekan-rekan FPK yang saya perhatikan
cukup kritis.

Salam. Ratih

Kirim email ke