Jadi ndak cukup 1 saja yg KB...dua-duanya harus ikut KB juga...hehehehe...gimana nih Pak KM.
salam, bapakeghozan Partisipasi KB Pria Indonesia Masih Rendah Singkawang, Kompas - Angka partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia masih sangat rendah. Untuk itu, sosialisasi program keluarga berencana di kalangan pria harus ditingkatkan. "Sangat sedikit pria yang mau menggunakan alat kontrasepsi, baik kondom maupun vasektomi," ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarif, Selasa (15/5), dalam kunjungannya ke Singkawang, Kalimantan Barat, untuk pencanangan 1.000 aseptor KB Tionghoa. Menurut Direktur Peningkatan Partisipasi Pria BKKBN Muhammad Tri Tjahjadi, dari total jumlah aseptor KB di Indonesia, sekitar 97 persen adalah perempuan. Sedangkan partisipasi pria baru 2,1 persen dan kebanyakan memakai kondom. Persentase tersebut lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, seperti Iran (12 persen), Tunisia (16 persen), Malaysia (9-11 persen), bahkan di Amerika Serikat mencapai 32 persen. Rendahnya pria ber-KB ini disebabkan kurangnya pemahaman mereka tentang KB dan karena faktor sosial-budaya. Banyak istri yang justru tidak mau suaminya divasektomi karena khawatir dimanfaatkan untuk berselingkuh. "Padahal, penggunaan kontrasepsi pada pria, sang istri tak perlu memakainya sehingga terhindar dari efek samping, seperti keputihan, flek hitam, dan leluasa menyusui anaknya," katanya. Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan kampanye KB bagi pria, yakni kondom dan vasektomi, dengan menerobos budaya yang mengedepankan egoisme pria. Salah satunya, dengan menambah jumlah pria sebagai petugas penyuluh KB di daerah. Selain itu, kegiatan penelitian mengenai kontrasepsi bagi pria perlu ditingkatkan. "Berdasarkan hasil penelitian yang ada, para pria di Indonesia menginginkan adanya alat kontrasepsi baru bagi mereka," ujar Tjahjadi. Saat ini peneliti dari Universitas Sriwijaya meneliti KB suntik bagi pria, sedangkan Universitas Indonesia meneliti pil KB bagi pria. "Namun komplikasinya masih banyak," kata Sugiri. Khasiat tanaman herbal, yaitu gandarusa dari Papua untuk mengurangi kesuburan kaum pria, juga tengah dikaji lebih lanjut. Pria di Papua telah lama mengonsumsi herbal ini. Keberhasilan program KB juga ditentukan partisipasi berbagai sektor, termasuk tim penggerak PKK, kata Sugiri. BKKBN, misalnya, bermitra dengan PKK menggelar roadshow Semarak KB-PKK. Kegiatan itu dilaksanakan di Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Riau, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Ambon. Sumber: Kompas [Non-text portions of this message have been removed]
