Dulu sesudah masa pemilihan selesai saya pernah dapet dari salah seorang
teman di ICW data tentang penyumbang tiap-tipa calon. Waktu itu kami (saya
dan beberapa teman) mengecek nama-nama penyumbang dari kota bandung. Banyak
penyumbang yang ada di dalaam daftar tersebut ternyata punya kemampuan
ekonomi yang tidak memungkinkan menyumbang seperti yang tertera didaftar. Ad
ayang menyumbang 200 juta tapi rumahnya masih ngontrak. Waktu itu kami
berusaha mengakat kasus ini, tapi ternyata tidak ada dukungan politik, jadi
kasusnya menguap begitu saja. Ketidak beresan dana kampanye ini ga ada hanya
di slaah satu calon tapi di semua calon termasuk yang menang. Melihat
kondisi ini tampaknya saya pesimis  akan ada pengusutan lebih lanjut karena
semuanya kebagian.

regards

On 5/20/07, bungaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Yang menjadi pertanyaan dari mana dana didapat para calon presiden
> Pada musim Kampanye Pemilihan Presiden 2004. Jika masing-masing Tim
> sukses menghabiskan dana sekian ratus milyar, maka perputaran uang
> pada musim Kampanye Presiden 2004 bisa mencapai trilyunan rupiah.
>
> Informasi didapat ternyata, Dana nonbujeter Departemen Kelautan dan
> Perikanan semasa dipimpin Rokhmin Dahuri ternyata juga mengalir ke
> sejumlah calon presiden pada Pemilu 2004. Aliran dana itu,
> berdasarkan berita acara pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan
> Korupsi, berlangsung pada Januari-Juli 2004.
>
> Informasi ini masih dalam satu departemen, dan perlu diperiksa apakah
> departemen lain(Departemen Perhubungan, Pertanian,Pertambangan dan
> lain2) juga memberikan dana ke masing-masing Capres pada musim
> Kampanye Pemilihan Presiden 2004. Perlu ada transparansi sehingga
> publik tidak merasa dibohongi. Disaat semua Tim sukses Capres 2004
> membantah,justru Amien Rais mengakui menerima dana dari Departemen
> yang dipimpin Rokhimin.
>
> Sebagai contoh: Perlu ada pembuktian dari mana saja dana didapat oleh
> SBY-JK, Megawati, Amien Rais, Wiranto dan Hamzah Haz . Siapa-siapa
> yang menyetor dana ke rekening mereka. Apa tidak mungkin dana hasil
> korupsi masuk ke rekening mereka ?. Jika ada konglomerat yang
> memberikan dana perlu diperiksa apakah konglomerat itu sdh bersih
> dari "kuman-kuman".
> Perlu ada daftar siapa-siapa saja penyumbang dana.
>
> Ada isu yang beredar adanya dana dari luarnegeri masuk ke rekening
> Tim Sukses SBY-JK ?. Perlu ada keberanian untuk mengungkapkan dari
> mana saja mereka dapat dana.
> Perlu dipertanyakan kenapa SBY tidak berani untuk melakukan
> investigasi internal, dan ini yang menjadi pertanyaan publik.
>
> Ada pepatah mengatakan "Maling teriak Maling" yang bisa diartikan
> bagaimana "Pemerintah saat ini mau "membasmi" Korupsi sedang dirinya
> sendiri tidak bersih". Bagaimana mereka mau bicara "Pemerintahan yang
> bersih sedang dirinya sendiri tidak bersih".
>
>  
>



-- 
Seperti tanah, walaupun subur, ia takkan bisa produktif tanpa penyemaian.
Demikian juga pikiran, tanpa budaya takkan pernah menghasilkan buah yang
berkualitas. Seneca

sawung.blogspot.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke