http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/21/ekonomi/3541653.htm
====================

Jakarta, Kompas - Pengusaha Setiawan Djodi merencanakan untuk membeli
kembali saham perusahaan telekomunikasi Telkomsel yang kini dimiliki
oleh Telkom dan SingTel Mobile dari Singapura.

"Saya siap membeli kembali saham Telkomsel dengan perhitungan yang
fair," ujar Setiawan Djodi di Jakarta, Minggu (20/5).

Saham Telkomsel sebelumnya dimiliki oleh KPN Mobile sebesar 22,3
persen dan Telkom 77,7 persen. Saham KPN Mobile dimiliki oleh
perusahaan milik Djodi, Megacel, sebesar 5 persen dan KPN Royal Dutch
Telecom of The Netherlands sebesar 17,3 persen.

Pada akhir 2001, SingTel membeli seluruh saham Telkomsel milik KPN
Mobile. Pada pertengahan 2002, SingTel membeli lagi saham Telkomsel
milik Telkom sebesar 12,72 persen sehingga saat ini menguasai 35
persen saham Telkomsel.

Penjualan saham ini dilatarbelakangi oleh kesulitan likuiditas yang
dialami oleh KPN Mobile sehingga saham Telkomsel yang dimiliki kedua
belah pihak terpaksa dilepas. "Situasi dan kondisi politik dan ekonomi
Indonesia pada saat itu belum kondusif," tutur Djodi.

Djodi mengatakan, pada saat saham Telkomsel dijual, Megacel sudah
menawar seharga 650 juta dollar AS. "Akhirnya disetujui penawaran dari
SingTel yang membayar sebesar 600 juta dollar AS untuk 22,3 persen
saham Telkomsel," ungkap Djodi.

Djodi mengatakan, 35 persen saham Telkomsel yang saat ini dikuasai
SingTel akan dihargai sekitar 1,6 miliar dollar AS. "Saya akan
mengambil yang 22,3 persen, sedangkan saham yang 12,72 persen akan
diserahkan kepada Telkom. Bagaimana nanti keputusannya, apakah akan
dijual ke publik (initial public offering/IPO), terserah saja," kata
Djodi lagi.

Pengusaha yang juga pemusik ini mengatakan sudah menghubungi
Pemerintah Singapura yang menjadi pemegang saham SingTel, tetapi
sampai sekarang belum mendapat jawaban.

Djodi menilai kepemilikan SingTel pada Telkomsel Singapore
Techonologies Telemedia di Indosat mengarah pada monopoli
telekomunikasi oleh Singapura karena saham kedua perusahaan tersebut
dimiliki oleh Temasek Holding Singapura.

Ketika ditanya apakah keinginan itu terkait juga dengan keinginan
perusahaan dari Rusia, Altimo, yang juga berminat membeli saham
Telkomsel, Djodi mengatakan tidak ada sama sekali. Altimo didirikan
oleh Alfa Telecom untuk mengelola investasi telekomunikasi Alfa Group.

"Saya memang mengenal Alfa Group untuk urusan minyak, tetapi Setdco
tidak ada hubungannya," ujar Djodi, yang juga menjabat sebagai Ketua
Perhimpunan Persahabatan Rusia dan Indonesia.

Menurut Djodi, dana akuisisi saham Telkomsel akan didapatkan dari
berbagai pihak seperti teman-temannya di Singapura, Timur Tengah, dan
beberapa bank investasi. Sekitar 70 persen dana untuk akuisisi akan
didanai dari pinjaman, sisanya dari dana sendiri. (joe) 

Kirim email ke