silakan

----- Original Message ----- 
From: Fajar R. Soeharto 
Sent: Tuesday, May 22, 2007 3:05 PM
Subject: [smpn9jkt-79] KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA


All,

 

Dari kiriman milis sebelah.. Kali aja ada gunanya buat kita..

 

FRS

 

 

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA 
Oleh: Andri Aji Saputro 

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki 
peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa 
karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk 
kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan 
ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM 
dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua 
guru di seluruh dunia. 

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei 
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for 
Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan 
nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga 
Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi 
juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. 
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa 
kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran 
pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi 
dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan 
beberapa negara lainnya. 

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, 
memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau 
memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia 
mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan 
negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru 
lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, 
ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam 
perminggu 

Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada 
kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan 
kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri 
adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka 
tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru 
mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 
7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya 
ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan 
kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh 
siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan 
kualitas seadanya pula. 

Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang 
berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru 
dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas 
untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum 
yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang 
mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan 
evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas 
pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang 
menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita 
cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di 
Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur 
dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk 
mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga 
lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! 
Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka 
sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan 
kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih 
bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka. 

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari 
sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika 
mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar 
apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini 
guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah 
seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan 
fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan 
dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya. 

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang 
membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di 
Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan 
yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. 

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai 
kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani 
masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi 
setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, 
umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; 
berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu 
untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. 

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. 
Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal 
tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan 
menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan 
kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan 
nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada 
sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap 
dirinya masing-masing. 

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir 
siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem 
pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang 
tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada 
keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam 
mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang 
tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang 
sangat bertanggungjawab. 

Diambil dari Top of the Class - Fergus Bordewich 
Original message: 1001Buku.org 

 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke