Mas Iwan, saya sependapat dgn anda bahwa kita butuh teladan yg baik dgn cara hidup & moral yg juga baik.
Masalah yg mungkin kita hadapi adalah bagaimana kita menemukan sebuah pola ajar dan didik yg baik demi tercapainya kondisi sosial yg cinta damai dan saling peduli. Saya jadi berpikir, jangan2 ini bisa terjadi juga karena peran media, yg dgn santer memberitakan hal2 semacam ini. Alih2 mengekspos berita2 yg baik dan damai, yg seperti ini justru makin mendapat porsi dan dibaca banyak kalangan. Tahu kan ada harian Lampu Merah yg dgn bombastis mencantumkan berita disertai foto2 darah yg mengerikan? Belum lagi media2 lain dgn berbagai corak isinya yg rata2 saya lihat bernada gosip, esek2, dan kriminal murahan. salam, totot ----- Original Message ----- From: "Iwan Wibawa" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, May 24, 2007 10:01 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Oh my GOD ! suami bunuh istri, istri bunuh suami > Mas totot > > saya pribadi sangat prihatin, bangsa kita yang terkenal ramah, murah senyum dan bersahabat, itu ternyata menyimpan sifat amok yang luar biasa, kekerasan demi kekerasan kita lihat saban hari diksekitar kita, didalam lingkungan keluarga, bahkan ada anak balita harus menemui ajalnya disiksa orang tuanya sendiri, kekerasan di lingkungan pendidikan (IPDN, Pangudi Luhur dll), kekerasan dijalanan (sodomi anak-anak, penodongan, perkosaan, pelecehan seksual dll), kekerasan di pengadilan, di parlemen, di pasar, dimana-mana, kekerasan semakin mengancam eksistensi kedamaian bumi, sulit sekali mencari cinta yang membawa damai di bumi, bahkan dari sekelompok orang yang sering unjuk gigi sebagai penjaga moral malah ternyata hanya sekelompok preman berebutan lahan parkir. Masya Allah . > > salam keprihatinan > iwan
