Thanks so much Pak Simon,
Saya pribadi menonton terus Spiderman, dan buat saya nikmat2 saja ha...3x :)
justru saya kagum dengan Spiderman 3 yg pesannya sangat berat itu...
anak saya 7 & 8 tahun terpukau...bahkan sempat menitikkan air mata haru.

Ini mungkin karena ekspektasi kami terhadap film ini tdk terlalu tinggi :)
atau kami belum membaca resensi filmnya sebelum menontonnya :)

silakan japri, saya tunggu dg suka cita

salam
christov


-----------------------------------------------------

Posted by: "john simon" [EMAIL PROTECTED]   paloalto_fiesta
Thu May 24, 2007 9:24 pm (PST)

Pak Christov, menurut saya cerita Spiderman 3 memang agak lambat dan kurang 
seru dibandingkan dengan Spiderman 1 dan 2. Mirip dengan Rocky Balboa yang 
merupakan sequel film Rocky yang ke 6.

Hal ini sebenarnya wajar saja, karena biasanya kita terpesona pada film 
pertama, kemudian penasaran dengan sekuel kedua, akhirnya pada sekuel ketiga 
dan selanjutnya (jika ada) orang sudah tidak kagum, tidak penasaran lagi 
dengan kehebatan tokoh-tokohnya.

Mengenai falsafah humanisme di Spiderman 3 yang "forgive but not forgotten" 
sebenarnya agak terlalu berat buat ditampilkan di film yang target marketnya 
adalah anak-anak dan remaja (PG-13). Waktu saya nonton, anak-anak kecil di 
depan saya pada protes, "Ma, kok filmya lama sekali sih??" - nah, anak kecil 
saja boring, jadi pesan humanisnya malah tidak terserap, apalagi orang tua?

Kesuksesan Spiderman 3 mencetak box office, menurut saya karena gencarnya 
promo on air dan off air yang dilancarkan, jauh-jauh hari sebelum film itu 
diluncurkan. Masalah filmya ternyata "biasa-biasa saja", ya itu urusan 
kedua.

Kalau Spiderman 4 akan diluncurkan, mungkin unsur surprise dan suspense-nya 
perlu ditingkatkan, seperti di Spiderman 1 dan 2. Misalnya, apakah Peter 
Parker jadi married dengan MJ? Atau Spiderman vs teroris, dan settingnya di 
Asia Tenggara (kalau di Jakarta kurang banyak gedung pencakar langit, bisa 
di pindahkan ke Singapore atau Kuala Lumpur dengan Twin Towernya).

Salam.

Catatan : Pak Christov, kalau tidak berkeberatan, bisakah kita berdiskusi 
via japri, saya ingin menjajaki kemungkinan menyelenggarakan 
seminar/training/workshop dengan anda. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke