Eh, bukannya ketika itu sudah dicabut, Pak Paulus, dengan adanya Satelindo 008?
Andi --- In [email protected], "Paulus Tanuri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dan menanggapi soal Temasek memonopoli pelayanan telepon seluler dalam > negeri, lah itu bukan salah Temaseknya. > Salah menteri kita yang bodoh. Dari dulu Telkom dan Indosat itu memang > dikasih monopoli buat telekomunikasi di Indonesia. Setelah dijual sahamnya, > monopolinya masih belum juga dicabut. Yah yang untung Temasek. Orang-orang > singapore sekarang menikmati layanan telekomunikasi super murah, dan > sebentar lagi akan digratiskan. Yang bayar siapa ??? > Salah satunya INDONESIA yang bodoh ini. Bayar telpon mahal-mahal buat > subsidi telpon murah dan gratis di singapore. > > > Regards, > Paulus T. > > On 5/26/07, Richard Susilo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > REDAKSI Kompas siapa sih yang buat berita ini? > > Judul: Tak Akan Dibeli > > Menteri: Belum Berencana > > Dua kata itu "Tak Akan" dan "Belum Berencana" kan sama sekali tidak > > sama artinya. Mana yang benar nih bung Redaksi??? > > richard > > -------- > > > > Sabtu, 26 Mei 2007 > > > > Indosat Tak Akan Dibeli > > KPPU Tetap Periksa Dugaan Praktik Monopoli > > > > Jakarta, Kompas - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan > > Djalil menyatakan, pemerintah belum berencana membeli kembali saham > > PT Indosat Tbk. Dia menegaskan, ribut-ribut yang terjadi di publik > > mengenai pembelian kembali oleh pemerintah merupakan wacana yang > > pemerintah tidak ingin ikut terlibat di dalamnya. > > > > "Saya tidak ingin berwacana sebab wacana itu sering menimbulkan > > ketidakpastian," ujar Sofyan saat makan siang bersama wartawan, > > Jumat (25/5) di Jakarta. > > > > Menurut dia, ketidakpastian tersebut selanjutnya bisa membuat para > > investor asing tidak mau masuk ke Indonesia. Bahkan, investor yang > > saat ini sudah menanamkan modal bisa kabur. > > > > "Ini yang harus kita jaga. Oleh sebab itu, pemerintah tidak boleh > > berwacana. Kalau orang lain mau berwacana, silakan saja," ujar > > Sofyan. > > > > Dia menegaskan, dalam hal membeli kembali saham (buy back) > > pemerintah di Indosat, tentunya harus dilihat dari sisi manfaatnya > > bagi negara. > > > > "Jadi harus dipikirkan dari semua sisi. Jangan hanya ikut-ikutan > > saja, melainkan harus dipikirkan secara matang dan baik," katanya. > > > > Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi yang secara mayoritas > > atau 41,94 persen sahamnya dimiliki oleh Temasek Holdings melalui > > anak usahanya, Singapore Technologies Telemedia (STT). Kepemilikan > > mayoritas itu diperoleh STT sejak Pemerintah Indonesia melepas > > kepemilikannya pada Desember 2002. > > > > Dalam satu tahun terakhir, banyak wacana dan isu yang beredar > > terkait dengan kepemilikan Temasek melalui anak usahanya di beberapa > > perusahaan telekomunikasi di Indonesia. > > > > Selain di Indosat, Temasek melalui Singapore Telecommunications > > Limited (SingTel) juga memiliki 35 persen saham di PT Telkomsel yang > > merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). > > > > Tidak cukup bukti > > > > Pada 18 Oktober 2006, Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu > > mengirimkan laporan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) > > tentang dugaan monopoli yang dilakukan Temasek Holdings dalam bisnis > > GSM di Indonesia. > > > > Namun, pada 2 April 2007 laporan tersebut dicabut oleh FSP BUMN > > dengan alasan tidak cukup bukti untuk memperkuat dugaan mereka. > > Selain itu, FSP juga merasa laporan tersebut tidak mendapat > > tanggapan KPPU setelah lebih dari lima bulan. > > > > Beberapa waktu lalu Ketua Presidium FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono > > mengatakan, laporan tersebut juga dicabut karena pihaknya merasa > > ditunggangi oleh kepentingan pihak lain. Salah satunya adalah > > perusahaan milik Rusia yang berkeinginan untuk memiliki saham > > Indosat. > > > > Meskipun FSP BUMN telah mencabut laporannya, Ketua KPPU Mohammad > > Iqbal awal April 2007 tetap membentuk tim pemeriksaan pendahuluan > > dugaan praktik monopoli, kartel, dan oligopoli di bidang jasa > > pelayanan telepon seluler dalam negeri, terkait dengan kasus > > kepemilikan tidak langsung Temasek di Indosat dan Telkomsel. (TAV) > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
