Menurut saya mengenai dkp yang menjadi permasalahan ialah bukan dananya, akan tetapi persoalan ini dijadikan strategi busuk yang diusung oleh partai politik(tim sukses masing-masing calon) yang akan berlaga untuk pemilu 2009 nanti. Bagi saya, isu ini bisa dijadikan senjata pamungkas mendiskreditkan calon-calon yang ingin berkompetisi. Kenyataanya setiap calon yang ikut menerima dana tersebut dan same case pernah terjadi pada pemilu 99...? Saya sih sepakat klo soal dkp ini bisa dikatakan sebagai salah satu dari proses demokratisasi, akan tetapi proses demokratisasi tersebut ahkirnya kehilangan nilai-nilai positif ketika intrumen dari demokrasi dijadikan sebagai alat untuk mencederai demokrasi itu sendiri. bagi saya calon-calon yang sudah berlaga pada pemilu kemarin tau diri aja deh suara rakyat tidak lagi berpihak kepada calon2 yang kalah. Disamping itu, menurut saya rakyat sudah cukup dewasa melihat pola tingkah laku para elit,yang selalu berkeyakinan rakyat masih bisa dibodoh-bodohi. Kembali lagi ke instrumen demokrasi,yang penulis maksud ialah partai politik. Partai politik sekarang ini telah kehilangan atau mulai mengkhianati fungsi partai-partai tersebut baik itu sebagai rekruitmen, sosialisasi ,komunikasi politik,agregasi dan artikulasi kepentingan serta sarana pengatur konflik. Sehingga menyebabkan ketatanegaraan ini menjadi carut-marut.Kesimpulannya yaitu: 1.diperlukan penyederhanaan partai politik 2. bagaimanapun kondisi yang terjadi fungsi partai politik harus berjalan sesuai dengan fungsi-fungsi yang saya sebutkan tadi 3.plus sistem pemilu yang cocok bagi indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang heterogen Kalo ketiga hal tersebut tidak juga bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi, MAKA REVOLUSI LAH YANG NANTI AKAN BERBICARA
--- In [email protected], Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya kira tidak adil jika menafikan adanya pemakaian dana dkp untuk nyogok para kandidat capres/cawapres. ini adalah kebiasaan buruk mas. memangnya kalau gak pakai dana2 gelap gitu apa proses demokrasi tidak berjalan? justru berjalan dg sangat elegan. > > sekarang bisa aja amin salaman dg sby dan polemiknya dihentikan. tapi yg kasian ya pak rochmin dunk.
