memang susah kalau kita salah lihat, disangka SBY eh tahunya JK, 
disangka Jenderal eh, tahunya diplomat, disangka adem, eh tahunya 
garing, disangka Doktor eh tahunya pilot gak tahu arah,

sedih melihat kondisi kemiskinan bangsa ini, sedangkan uang Bank-
bank disimpan di BI Rp 300 Trilyun, 

Direktur Bank BNI, BRI, Bank Mandiri itu pikir uang Bank adalah uang 
nenek moyangnya, yang terserah dia, mau diapakan.  Terserah 
bagaimana kondisi rakyat.

salam,
GG
--- In [email protected], firdaus cahyadi 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear All,
>   Sabtu sore (25 Mei 2007) di RCTI diberitakan bahwa seorang warga 
miskin  kota di Jakarta melakukan bunuh diri akibat tidak kuat lagi 
menanggung  kehidupannya yang dihimpit kemiskinan setelah 
ditinggalkan suaminya  yang wafat beberapa tahun sebelumnya. 
>   
>   Dari berita yang memilukan itu timbul pertanyaan dari saya:
>   1. Kemana larinya negara yang di dalam konstitusi jelas2 
dimandatkan bahwa fakir miskin akan dipelihara negara?
>   
>   2. Kemana pula larinya lembaga-lembaga kemanusian yang selama 
ini  menyalurkan bantuan dan pemberdayaan terhadap kaum miskin yang 
selama  ini menggalang dana publik dengan membawa misi (atau sekedar 
lebel)  agama Islam (Dompet Dhuafa, PKPU, YDSF, dll), kristen, 
katolik, hindu,  budha dsb?
>   
>   3. Kemana juga larinya lembaga-lembaga kemanusiaan yang dibentuk 
oleh  berbagai media massa baik cetak ataupun elektronik yang selama 
ini  menghimpun dana masyarakat dengan mengatasnamakan kemanusiaan?
>   
>   4. Apakah selama ini pemberian bantuan dan pemberdayaan bagi 
kaum  miskin dilakukan dengan tebang pilih berdasarkan agama, suku, 
ras,  gender, keyakinan politik dsb?
>   
>   Jika mereka semua (negara dan lembaga kemanusiaan) bekerja 
dengan benar  saya yakin kejadian semacam itu (bunuh diri warga 
miskin karena  dihimpit kemiskinan) tidak akan terjadi lagi.
>   
>    Lantas bagaimana menuntut tanggung jawab kerja mereka, baik  
negara yang telah diberi mandat oleh konstitusi atau lembaga  
kemanusiaan yang telah menggalang dana publik, tersebut?????  
>   
>  
> ---------------------------------
> The fish are biting.
>  Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke