Begitulah kiranya jika pengusaha yang tidak mempunyai rasa empati, hati nurani, mental serta karakter yang memble. Lha wong pengusahanya hanya mencari untung saja tanpa ada timbal balik bagi karyawannya. Karyawan hanya sebagai alat untuk produksi terus menerus tanpa ada penghidupan yang layak. Begitu juga pemerintah tidak tegas terhadap pengusaha2 nakal, juga dalam pembuatan undang2 ketenagakerjaan.
salam igna --- In [email protected], Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Pram > > bangsa kita sudah lama tidak punya harga diri dan bermartabat lagi, kita sebenarnya perlu pemimpin yang mampu membangkitkan harga diri sebagai bangsa, berani bilang No sama hegemoni kaum kapitalis. > kalo saya sebagai rakyat tahu kenapa para pengusaha dan pejabat ribut karena rupiah menguat, bukan apa-apa karena simpanan duit dollar di rekeningnya yang jumlah ratusan ribu dollar nilainya jadi melorot, itu saja. namun supaya lebih ilmiah dan patriotik maka lantas dihubung2kan dengan kegiatan bisnis ekspor import, mereka pikir rakyat ini masih bodoh, padahal rakyat ini belajar, melihat dan mendengar. Jadi yang keliahatan tambah bego justru para pengusaha cengeng dan pejabat-pejabat negara. > > salam > iwan > > > pramudito pram <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Benar, bingung yaa... > > Yang menarik adalah: saat ini Ringgit malaysia menguat pada hampir seluruh mata uang di dunia dan Perdana Menteri Abdullah Badawi menyatakan kebanggaannya atas hal ini pada kesempatan- kesempatan resmi juga pada saat Pertabalan (Pelantikan Resmi) Yang Dipertuan Agong beberapa waktu lalu. Beliau mengatakan ini juga merupakan bukti kepercayaan masyarakat dunia. > > Nah, sementara kita tahu apa yang terjadi di Indonesia (rupiah menguat katanya investor bakal takut investasi dll).. jadi sebaiknya pemerintah berpihak pada siapa sih? Rakyat? atau investor? > > eh, pantas saja Malaysia yang baru merdeka 50 tahun ini sudah melesat tinggi apakah karena Pemerintahnya lebih melihat kepentingan rakyatnya? >
