http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/30/humaniora/3563672.htm
====================

Makassar, Kompas - Guna menyelamatkan bahasa Bugis, Makassar, Toraja,
Mandar, dan bahasa serumpun dari kepunahan, Pemerintah Provinsi
Sulawesi Selatan dan Balai Bahasa Makassar akan menggelar Kongres
Bahasa-bahasa Daerah Sulsel 22-25 Juli 2007. Kongres yang baru pertama
kali diselenggarakan tersebut bakal menghadirkan peneliti bahasa dari
mancanegara serta komunitas penutur bahasa terkait di perantauan.

Demikian dikemukakan Asisten Sekretaris Provinsi Sulsel Amiruddin
Maula selaku wakil ketua umum penyelenggara kongres tersebut di
Makassar, Selasa (29/5). Hadir ketua panitia pengarah Zainuddin Taha,
yang juga guru besar linguistik Universitas Negeri Makassar, serta
wakil ketua penyelenggara Zainuddin Hakim (Kepala Balai Bahasa Makassar).

Saat ini, sudah 12 peneliti bahasa dari luar negeri menyatakan siap
tampil. Di antaranya H Steinhouer dan E Ulrich Kratz (keduanya dari
Belanda), Nordhofer (Jerman), Alexander Adelaar (Australia), Masao
Yamaguchi (Jepang), Cai Jincheng-Gunawan (China), Kamsiah Abdullah
(Singapura), dan Abdul Latiff (Malaysia).

"Ditargetkan ada 50 makalah yang dibahas. Kami juga mengundang
komunitas penutur bahasa Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar di
perantauan untuk berpartisipasi," kata Amiruddin.

Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dendy Sugono mengapresiasi kegiatan
tersebut sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah kebudayaan
nasional. "Bagaimanapun, bahasa-bahasa daerah ikut memberi andil dalam
pengembangan bahasa Indonesia," ujar Dendy, yang dalam jumpa pers
tersebut secara khusus berbicara melalui telepon.

Guna memperluas cakupan kongres, panitia memberi kesempatan guru
bahasa daerah untuk ikut serta secara gratis. Bahkan, terkait dengan
muatan lokal pembelajaran bahasa daerah di sekolah, para guru
dipersilakan menyampaikan makalah.

Sementara dari Palangkaraya dilaporkan, Balai Bahasa Kalimantan Tengah
saat ini tengah mengusulkan sejumlah kosakata bahasa Dayak masuk dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru nanti.

Sejauh ini, KBBI hanya mencatat lima kosakata Dayak. Lima kosakata
tersebut adalah bakas lewu, betang, kahan, kayau, dan tiwah. "Kami
mengusulkan lagi sekitar 500 kosakata Dayak ke dalam KBBI," kata Puji
Santoso, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. (CAS/NAR) 

Kirim email ke