Ada hal yang sangat mengganggu pikiran saya mengenai hal ini. Beberapa kawan
saya telah memiliki putra/putra 3-4 orang. Setiap kali saya berkomentar "kenapa
sih harus sampai tiga anak (bahkan lebih)?".
Lalu mereka menjawabnya karena mengikuti program perusahaan tempat suaminya
bekerja, yaitu tiga anak (ditanggung oleh perusahaan). Kalaupun empat anak, itu
karena kembar atau karena kebobolan alat kontrasepsi.
Lalu saya berpikir :
Untuk kalangan menengah ke bawah, mereka banyak anak karena kurang
pengetahuan dan kurang mampu memperoleh alat KB.
Nah ini, teman-teman saya yang suaminya bekerja di perusahaan mapan, mereka
kalangan menengah ke atas dan berpendidikan tinggi, tetep juga beranak lebih
dari dua.
Mengapa ya mereka tidak terpikirkan untuk mengalihkan biaya satu anaknya
untuk membiayai anak lain dari kalangan tidak mampu.
Jika kalangan bawah dan atas sudah tidak peduli Keluarga Kecil Sejahtera,
lalu siapa yang mau peduli itu???
Ataukah perusahaan swasta yang mapan itu perlu digalakn juga agar merubah
peraturan mereka sehingga hanya menanggung hingga hanya dua anak saja untuk
karyawannya.
Ayo dong rekan-rekan, dunia sudah semakin penuh, padahal daratan menyempit
karena air laut meningkat, belum lagi pemanasan global, lahan pertanian semakin
berkurang, lapangan pekerjaan tidak mencukupi, udara semakin terpolusi,
kemiskinan semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya
kepedulian pada program Keluarga Kecil Sejahtera. Jika perkembangan penduduk
ini tidak disikapi dengan aktif sejak dini, maka tidak berapa lama lagi
permasalahan yang dihadapi akan semakin bertambah.
Saya akan menyelenggarakan lomba pidato di sebuah SMP di daerah, tema yang
saya jadikan pilihan adalah KELUARGA KECIL KELUARGA SEJAHTERA, HEMAT ENERGI,
MENJADI SISWA PANDAI-AKTIF-KREATIF, PELESTARIAN LINGKUNGAN. Sebagai perangsang,
saya akan memberikan hadiah kepada tiga terbaik.
Saya berharap kepada siapapun yang peduli, agar menyelenggarakan hal yang
sama, sehingga sejak SMP, anak-anak ini sudah diajak untuk aware akan masalah
yang dihadapi oleh bumi tempatnya berpijak.
Sambil korupsi diberantas, sambil kemiskinan dientaskan, sambil lingkungan
dijaga, sambil intelektualitas bangsa ditingkatkan, sambil ribuan gedung
sekolah yang rusak diperbaiki, sambil para ibu diajarkan bagaimana cara
mendidik anak, sambil segala hal yang bersifat memperbaiki dilakukan, maka kita
WAJIB UNTUK MEMBATASI LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK TERLEBIH DAHULU. Sebab jika
tidak, segala usaha yang dilakukan itu akan semakin terasa berat!!!
Maafkan saya rekan-rekan, karena telah mencurahkan isi hati dengan panjang
lebar.
Salam,
Ratna
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Penduduk Indonesia saat ini 220 juta dengan pertumbuhan 3,2-4 juta
jiwa per tahun. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
Sugiri Syarief, pada forum Musyawarah Nasional Ikatan Penulis Keluarga
Berencana di Jakarta, Senin (28/5), mengemukakan ada tiga skenario
proyeksi kependudukan Indonesia tahun 2015. Pertama, jika peserta KB
meningkat 1 persen per tahun, penduduk hanya akan menjadi 237,8 juta.
Kedua, bila peserta KB konstan, penduduk akan menjadi 255,5 juta jiwa.
Ketiga, jika peserta KB turun 0,5 persen per tahun, penduduk Indonesia
akan menjadi 264,4 juta. (LOK)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/30/humaniora/3561804.htm
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
[Non-text portions of this message have been removed]