DH,
   
  langsung aja, memang sangat mudah bagi manusia Indonesia untuk menyalahkan, 
apalagi pribadi-pribadi di Indonesia semua merasa dirinya super pintar sehingga 
menganggap bebas dan boleh saja berkomentar ngalor ngidul, seperti saya 
misalnya orang tolol tapi banyak omong! 
   
  tapi ini untuk diketahui saja! khususnya saya yg tolol! kenapa?
   
  kalau bukan karena Pak Harto yg menjabat Presiden saat itu... NKRI sudah 
tidak ada dari dahulu! 
   
  sehingga saya jadi mikir sedikit bagaimana jika saya yang asli maluku utara 
pulang kampung harus pakai passpor? visa? ijin tinggal dll?
   
  orang yg asli sumatra harus pakai passpor? 
   
  ssaya mau membeberkan sedikit sejarah yang tidak di ekspos media massa! dan 
ini tidak diketahui oleh masyarakat awam, agar kita semua yg di forum ini 
sedikit terbuka mata bahwa apa yang dilakukan Pak Harto juga patut dikagumi.
   
  pada tahun 1994 sebenarnya akan meletus perang saudara terbesar di NKRI ini, 
karena sebenarnya akan merdeka sebuah negara dalam negara Indonesia! namun 
dapat dikecilkan scopenya sehingga hanya menjadi segelintir orang yang  
menamakan dirinya GAM, itupun sebenarnya dapat dihabiskan tuntas, namun masih 
memikirkan masalah HAM akhirnya GAM dibiarkan tetap tidak dihabisi!.
   
  memikirkan negara tidak semudah yang Anda -Anda semua bayangkan.
   
  Mempertahankan sesuatu yang kita miliki lebih sulit daripada kita merebutnya!
   
  padahal bisa saja kita lepas bom besar di lokasi GAM kan tinggal bantai saja 
dan beres, lokasi berhasil direbut! tapi tidaklah semudah itu! mereka tetaplah 
saudara sebangsa! setanah air! tidak mungkin kita bantai begitu saja! mereka 
saudara kita!
   
  nah, bertolak dari rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air itulah OrBa 
berpijak! jangan sampai NKRI bubar!
   
  bahkan Nabi Muhammad pernah berkata:
   
  "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China!"
   
  kalau kita amati bersama kalimat itu ada benarnya juga...
   
  sistem pemerintahan di China mengatakan: 
   
  "Lebih baik sejuta darah tertumpah, daripada NEGARA RUNTUH DAN HANCUR!"
   
  tapi jangan kita samakan dengan pepatah ekonomi "No Risk No Gain!"
   
  karena bernegara bukan berbisnis! namun berpulang kepada semuanya itu:
   
  mendapatkan sesuatu tentunya butuh pengorbanan! mungkin saja....
   
  mempertahankan Indonesia tetap sebagai NKRI adalah sangat rumit!
   
  semua yg ada di forum ini tentunya dari berbagai suku yang beragam di NKRI 
tercinta!
   
  saya ingin melemparkan pertanyaan kepada semua yang TERHORMAT DAN PINTAR 
DISINI:
   
  1. siapa yang susah kalau tiap propinsi merdeka?
  2. masih inginkah Anda semua Indonesia tetap sebagai NKRI?
  3. dapatkah Anda jika sebagai seorang individu saja menyatukan Indonesia?
   
  kemudian saya sampaikan sedikit masalah yang akan kita hadapi bersama 
disini..... di INDONESIA kita!
   
  ada sedikit bocoran data intelejen buat ANDA semua! 
   
  mengapa saya katakan diforum ini? karena tidak mungkin bagi segelintir orang 
untuk mempertahankan sesuatu yang demikian besar seperti INDONESIA! 
   
  saya membutuhkan bantuan Anda-Anda semua! itupun jikalau Anda semua mau 
Indonesia tetap menjadi NKRI!
   
  pada akhir september ini nanti kemungkinan akan ada kerusuhan massal di tanah 
air kita ini! untuk itu kami mohon kepada Anda semua untuk waspada dan menjaga 
wilayah masing-masing, menjaga tata cara bicara dan bertindak, terutama menjadi 
polisi menjadi diri kita masing masing.
   
  tapi.... anggap saja ini semua hanya bualan kosong orang tolol spt saya....
   
  tapi.... juga.... NKRI ini bukanlah sebuah Republik Mimpi... 
   
  tapi bisa jadi apa yang saya katakan benar adanya....
   
  atau hanya sebuah mimpi dihari tua....
   
  maybe....
   
  maybe yes....
   
  maybe no....
   
   
   
  wassalam...
   
   
   
  just me.
   
  pembual yg ingin Indonesia tetap bersatu sebagai NKRI dan Maju!
   
   
   
   
   
  

fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pak Iwan,
mungkin rakyat bingung. Mau dihukum atau dimaafkan? lha orangnya nggak
merasa (apalagi mengaku) bersalah dan tidak pernah dibuktikan di
pengadilan. 

Jadi yang berjalan adalah persepsi masing2: yang menganggap pak harto
salah ya bisa (cuma) sepuasnya mencaci dan menumpahkan semua kesalahan
(termasuk yg mungkin bukan kesalahannya) ke pak harto, kan sama2 tidak
legally proven. 
Yang masih mencintainya ya selalu bilang maafkan2.. ingat jasa2nya..

Padahal "rumus"nya kan gampang dan semua juga tau:

Kalau orang bersalah A dan berjasa B, maka hukumlah buat A-nya dan
balaslah jasa B-nya melalui legal institution. 
Apakah mau dimaafkan (mis. lewat referendum yang sah) kan nggak
masalah, asalkan (dalam pandangan hukum) yang bisa dimaafkan hanya
yang terbukti bersalah secara hukum pula. Buat apa memaafkan orang
yang "tidak bersalah"?

Saya duga persoalan Pak Harto ini akan jadi duri dalam daging
sepanjang sejarah bangsa. Karena tidak pernah diselesaikan secara hukum. 

Rumus gampang tadi juga seharusnya berlaku umum, buat Amien, Megawati,
GD, Habibie, SBY (Rokhmin gate misalnya). 

rumusnya gampang, melaksanakannya susah.

Mungkin karena kita memang tidak serius mereformasi institusi/
governance system. Sehingga transaksi politik yang gagal (tidak
efisien) memberi gangguan serius terhadap tujuan ekonomi. Makroekonomi
kita boleh stabil, tapi kita gagal tumbuh secara optimum. Dunia
politik dan ekonomi kita disesaki oleh rent seekers yang sayangnya
tidak dibatasi oleh aturan yang sesuai dan ditegakkan.

> kenapa Tommy bisa cepat diterima dimana-mana setelah keluar dari bui, 

memaafkan dan mulai melupakan, itulah begonya kita, jangan kaget kalau
tahun 2009 tommy jadi calon anggota legislatif bahkan mungkin
mencalonkan diri jadi gubernur DKI ? walahualam.
>

Kalo soal short-memory dan "lapang dada" nya (atau bodohnya?) orang2
kita, ada temennya tuh.. tetangga kita, Philippines. 
Anak laki2nya Marcos jadi Gubernur sampe tiga kali masa jabatan dan
thn ini akan menggantikan saudara perempuannya di DPR sana, yang juga
sudah sampe tiga kali masa jabatan sbg congresswoman...

pantes aja.. sama2 gak maju2..

dah ah.. tambah mumet..

salam,

fau


Kirim email ke