Prihatin? jelas!
Sedih? sangat!
Kecewa? Tidak usah ditanya lagi!

Yang saya heran, biasanya Marinir dikenal sbg angkatan yg sabar
dan sangat dekat dgn rakyat (mengingat peristiwa kerusuhan Mei 98).
Ini kok tiba2 nembak rakyat tak berdosa dgn membabi buta
(atau dibutakan babi? gak tau mana yg lebih pas...)

Apakah kemudian para 'oknum' penembak ini diproses hukum?
Apakah hanya pelakunya, tidak termasuk pemberi perintah?

Kiranya biarkanlah tangan Tuhan bekerja demi keadilan...

salam prihatin sangat,
totot

----- Original Message -----
From: "muhrus" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "forum KOMPAS" <[email protected]>; "buginese"
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "muslim
blogger" <[EMAIL PROTECTED]>; "panyingkul"
<[EMAIL PROTECTED]>; "kuyasipil" <[EMAIL PROTECTED]>;
"smansa" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, May 31, 2007 7:44 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Turut berduka atas penembakan warga Alas
Telogo


dear rekan

sekali lagi, kita turut berduka atas penembakan yang dilakukan aparat
Marinir terhadap warga Alas Telogo Pasuruan, 30 Mei 2007 kemaren.
mereka menyatakan ini atas nama pembelaan diri menghadapi amuk massa
tapi kenyataan lapangan yang tertembak adalah ibu hamil, anak kecil, ibu2
yang sedang memarut kelapa..
mereka berkata ini adalah peluru pantul
tapi kenapa darah dan daging sampai terbercak ke dinding rumah
mereka bilang ini pembelaan diri
tapi kenapa mesti dengan peluru
bukankah mereka terlatih untuk menghadapi pertempuran tanpa senjata?
satu lawan satu pun, warga lemah itu tak bakal menang

atas nama tanah yang diserobot?
lantas kenapa harus peluru yang dimuntahkan
bukan musyawarah yang saling menguntungkan
dan amarah yang jadi solusi?

kenapa?




Kirim email ke