Aku ga tau mesti ngomong apa...cukup geleng-geleng kepala...
  Yang sabar ya mas...untung mas ga digebukin di tempat
  
  
  Kisah Tilang dan Slip Biru
  Pengirim: Moehamad Iqbal
  
  Jakarta - Maaf saya hanya mau share sedikit tentang slip biru yang sedang
  ramai dibicarakan di milis. Pada Sabtu lalu saya kena razia di jalan raya
  Ciputat. Jelasnya di jalan Situ Gintung.
  
  Di situ saya ditanya SIM dan STNK. SIM C saya ternyata ssudah hangus dan
  belum sempat saya perpanjang. Akhirnya STNK saya ditahan. Ini sedikit
  cerita krnologinya:
  
  Polisi : selamat siang pak !!!
  Saya : Siang, pak...
  Polisi : bisa minta SIM dan STNK?
  Saya : Silakan pak (sambil memberikan SIM dan STNK)
  Polisi : Wah mas SIM udah habis nih masa berlakunya.
  Saya : Waduh pak, mohon maaf saya lupa kalau harus diperpanjang.
  Polisi : Sidang aja ya tanggal 5 besok ya? (sambil mengeluarkan buku
  tilang).
  
  Saya : (Ingat berita dimilis) Pak, gini aja deh, saya ngaku salah nih,
  saya nggak usah ditilang tapi langsung bayar aja ke bank yah, saya minta
  slip yg warna biru deh jangan yang merah, saya nggak ada waktu buat ikutan
  sidang-sidang gitu deh.
  Polisi : Wah nggak bisa mas, mas harus sidang.
  
  Saya : Sejak kapan pak? Kayaknya kemarin teman saya cerita, dia ditilang
  di Depok, dia minta slip biru dikasih tuh. Emang siapa yan memberi
  perintah slip biru tidak berlaku lagi?
  Polisi : Atas perintah Kapolda.
  
  Saya : Pak, masa kapolda kasih perintah tiap daerah beda-beda sih, pokoknya
  saya nggak mau disidang, tetap saya minta yang biru, terserah bapak.
  Polisi : Nggak bisa mas sini (sambil menarik STNK yang ada di tangan saya
  dengan cepat bagaikan maling dan langsung menulis di slip warna merah no
  stnk saya di
  slip tersebut).
  
  Saya : Terserah bapak, saya minta yang biru yah.
  Polisi : Tanda tangan pak di sini (sambil memberikan slip merah dan pulpen).
  Saya : nggak mau pak, saya maunya tetap slip biru, gimana sih, maksa betul
  jadi aparat, saya tahu hukum pak, dan saya mengaku salah, makanya saya
  daripada
  sidang kan buang waktu, lagian kalau disidang saya kan tidak mengakui saya
  salah atau melanggar pasal makanya ada isitlah disidang, tapi kan di sini
  beda, saya mengaku salah dan mau langsung bayar ke bank saja, gitu aja kok
  repot sih.
  
  Eh dia malah main tanda tangan aja di slip merah tersebut, disobek dari buku
  dan diberikan kepada saya. Nah dari situ mulai teman-temannya berdiri di
  belakang sang polisi dengan arogannya memaksa saya harus menerima slip
  tersebut. Namun saya tetap memaksa meminta yang biru.
  
  Saking kesalnya saya minta ketemu dengan komandannya yang ternyata tidak 
  jauh
  dari lokasi razia. Di situ saya bertemu pak komandan, kebetulan beliau
  yang bertugas sebagai kepala operasi. Setelah negosiasi yang sangat alot
  akhirnya
  daripada kelamaan saya mengalah dan memberikan uang Rp 50 ribu kepada anak
  buahnya. Setelah itu saya pulang dengan hati yang masih bertanya-tanya
  kenapa slip biru tidak berlaku lagi?
  
  Moehamad Iqbal
  PT Astra International, Tbk - Honda
  Email: [EMAIL PROTECTED] <mailto:iqbal6480%40gmail.com>
  
  
      
 

Kirim email ke