Rokhim Dahuri yg saya katakan si culas itu. Bukan AR. Coba baca lagi. Karena, menurut akal bulus RD, siapapun yg terpilih, posisi menteri tetap menjadi bagiannya. Maka itu dibagi-bagikannya amplop-amplop siluman itu.
sg - In [email protected], "wahyu08" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kalo AR yg nggaku aja anda sebut kancil, culas, etc, lalu > capres/cawapres yg nggak mau ngaku anda sebut apa? > > memang sudah selayaknya orang2 tua capres/cawapres bermasalah itu > nggak usah dicalonkan lagi di pemilu 2009, entah itu AR, SBY, JK, > wiranto, apalagi Mega atau GD. > > ganti aja deh dengan yg muda2 dengan track record yang bagus. > > --- In [email protected], "simson gintings" > <uncleiting2002@> wrote: > > > > Manuver politik yg dilakukan AR adalah jurus kancil. > > Pengakuan "dosa" baru dilakukan AR setelah namanya disebut-sebut > > oleh Rokhmin Dahuri, si culas itu, sebagai salah satu pihak yg ikut > > menerima dana non-bujeter DPK. > > > > Dgn demikian agaknya pengakuan AR itu didasarkan kepada kalkulasi > > politik. Kalau pengakuan itu lahir karena kesadaran telah melanggar > > hukum dan kemudian merasa menyesal secara tulus, kenapa nggak jauh- > > hauh hari dia membuat pengakuan? Dia mengaku setelah ketahuan. > > > > Di tv Metro AR mengatakan, pd saat menerima amplop itu dia tdk ingat > > akan uu dan peraturan ttg bantuan dana pemilu. Karena sibuk mikirin > > kampanye, katanya. Tapi masak beberapa tahun berlalu tetap saja tdk > > sadar kalau tindakannya menerima uang dari Menteri Kelautan dan > > Perikanan itu melanggar hukum? > > > > Utk meredusir "dosa"nya, AR kemudian tunjuk "dosa" pihak lain yg > > lebih besar. Itulah drama yg terjadi minggu lalu. Celakanya, SBY > > kebakaran jenggot. Akhirnya, dilakukanlah upaya "rujuk politik" (ada > > yg menyebutnya kongkalikong politik). Menurut saya, itu tidak > > penting. Hanya menguatkan motivasi politik dari AR. > > > > Terlepas dari kongkalikong politik itu, saya kira, ada satu hukum yg > > paling tinggi yg tidak dapat dihindari siapapun, hukum moral. Siapun > > yg telah menerima uang non bujeter dari DPK itu, terbukti tdk > > terbukti, mengaku tdk mengaku, secara moral, tdk patut dipercayai > > lagi. > > > > Mengaku dosa tdk dgn sendirinya membuat seseorang berbuah status > > jadi orang saleh. Mengaku dosa adalah satu hal dan pengampunan > > adalah soal lain. Jangan pula orang yg mengaku dosa lantas diberikan > > surat penghargaan, tanda jasa, atau sertifikat sbg orang jujur. > > > > Bagaimana kita memandang drama ini? Komedi. Saya setuju. Humor itu > > penting. Kalau pun tidak lucu, yah dilucu-lucukan saja. > > > > Martin Luter pernah bilang, kalau di sorga tidak ada gelak tawa, > > maka saya tidak ingin pergi ke sana. > > > > Di negara kita ini, banyak bertebaran komedian, dan suara gelak > > tawa, yg beraneka ragam. Ada seperti suara ember digebuk. > > > > > > sg >
