Hee...he...hee...
Mbak Yuli dan Rekans,

Teman-teman kayak gak tahu aja.
Apa yang dilakukan para poli-tikus kita sekarang, semua itu kan dalam
rangka TEBAR PESONA. Entah para poli-tikus itu main demo, main ancam,
main gertak, main sambel, main buka-bukaan, main pornoan, dll., dsb,
itu semua bentuk dari upaya PERMAINAN : TEBAR PESONA. 

Lucunya, kita ini yang kerap ribut, kayak penonton sepak bola. 
Ada yg geram, ada yg emosi, ada yg mendukung, ada yg bela, ada yg
mencaci, ada yang memaki, ada yang nangis, ada yg ketawa... 

Tapi, meskipun lucu, apa yg kita buat tetap memberikan sinyal bagus
juga. Minimal dari reaksi kita-kita, kita masih yakin, bahwa kita
masih hidup, meskipun sayangnya, di masa hidup kita kebanyakan harus
menyakisikan tingkah polah para poli-tikus kita yang kerjanya cuma
bisa tebar pesona.

Salam

Mulyadi
 
--- In [email protected], Yuliati Soebeno
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hehehe...pak/mbak/mas Miskintapisombong (bikin nama aja kok ya yang
aneh-aneh toch?), tapi kaya kelihatan-nya, jangan sampai lupa bahwa
berdemo itulah yang mendapatkan uang. Untuk berdemo di Jakarta ini
cukup tinggi lho bayaran-nya?
>   Apalagi kan udah dekat-dekat pemilihan presiden, jadi harus
latihan demo teruuuuuuus.
>   Uang juga masuk. 
>   Sekarang lebih jelas lagi siapa yang meng-organisasi para
"pendemo" tersebut? Lha wong cukup jelas kok, siapa yang kehilangan
gengsi, dan kelompok mana yang ber-demo, iya kan?
>    
>   Mana bisa deselesaikan secara internal, kan enggak rame beritanya?
Kalau dengan demo-demo, kan jadi besar beritanya. Semua koran-koran
dalam negri dan luar negri akan memuat-nya. Pamor jadi naik, walaupun
beritanya agak "miring". 
>    
>   Segala cara itu "halal" kelihatan-nya untuk anggota militer.
Polisi nembak polisi, lalu nembak polisi lain-nya...halal. Anggota
ABRI nembak bekas istri dan teman prianya dan mertuanya...juga halal.
TNI AL di Jawa Timur menembak rakyat kecil.....halal.
>   Menggalang para pendemo....halal
>   Asalkan jangan rakyat biasa yang dirugikan pemerintah atau
perusahaan per-orangan (LAPINDO) yang berdemo; ataupun mahasiswa yang
menuntut keadilan dan demokrasi yang benar, yang pada
ber-demo....mereka ini tidak di"halal" kan untuk berdemo...-:))
>   Tahu sendiri kan aturan dinegri tetangganya Negri "Mimpi" ini?
>    
>   Salam,
>   Yuli
> 
> 

Kirim email ke