Nggak salah kalau orang bilang puluhan tahun terakhir penguasa 
republik ini terobsesi semboyan "right or wrong" yang antik itu.
Dan, akibat-akibatnya yang begitu telanjang di depan mata
dengan jitu disimpulkan muda-mudi sekarang sebagai: "wrong
is the new right".

Seperti itukah yang dimaksud Ulil dalam bersikap "lembek" &
tidak "legally consistent"?


From: "mfadjroel rachman" [EMAIL PROTECTED]

: Ulil yang baik, Ini sahabatmu FADJROEL RACHMAN.
:
: 1. Negara kita sudah jadi negara predator bung, sekarang saya emoh
: negara, posisi kita sekarang tampak terbalik bung. Dulu bung yang
: emoh negara he2, sekarang bung pro-negara, saya emoh negara predator
: ini. Bagaimana mungkin saya bisa pro-negara bung karena negara
: sekarang dibajak para predator. Contoh utama saya adalah Aburizal
: Bakrie, pendana utama Freedom Institute dimana bung bekerja. Ical
: bung tahu adalah konglomerat hitam yang menggangsir Rp. 4,3 Triliun
: uang publik melalui program BLBI melalui 26 perusahaannya yang
: ambruk, lalu ditangani BPPN. Ini tindakan pidana sekaligus perdata
: bung! Adakah pengadilannya? Tidak ada bung. Cita-cita kaum liberal
: lumpuh disini yaitu: KESETARAAN DI DEPAN HUKUM.
: Semoga bung sebagai bos JIL tetap ingat sahadat pertama kaum liberal
: ini, saya pun mendukungnya 100%: EQUALITY BEFORE THE LAW!.
: Berapa yang Ical bayar, menurut BPK, return dari seluruh uang publik
: sekitar Rp.600 triliun yang dicuri para konglomerat hitam seperti
: Ical hanya sekitar 30% (hanya tigapuluh persen bung). Jadi Ical
: besar kemungkinan hanya membayar Rp.1,5 Triliun lebih, sisanya ya
: tetap digangsir dalam kantongnya bung. Aneh bin ajaib, Ical menjadi
: Menko Ekuin, prestasinya 2 kali menaikkan BBM (Maret dan Oktober)
: dengan satu halaman iklan di kompas yang didukung Freedom Insitute
: (sekali lagi tempat bung berkiprah) dikomandani Rizal Mallarangeng.
: Idenya kenaikan BBM bakal menurunkan kemiskinan (lengkap dengan
: analisa dan tabel dari LPEM UI). Bukankah bung ikut
: menandatanganinya? Hasilnya apa bung? Kemiskinan meroket dengan data
: pemerintah dari 35 jutaan ke 39 jutaan, kalau data bank dunia 2
: dolar AS perhari per individu lebih gawat lagi bung hampir 120
: jutaan. Empat juta hasil dua kali kenaikan BBM yang bung, freedom
: institute dan aburizal bakri dukung. Tolong tanya bung apakah
: termasuk keluarga bung dikampung, dan para nahdliyin cikal bakal
: bung. Jangan hina dan lupakan si lemah dan underdog cikal bakal
: bung. Apakah perlu pertanggungjawaban ilmiah, hukum dan moral. Ah,
: hati kecil bung yang perlu menjawabnya?
: 2. Lalu negara yang predator itu kembali edan sekarang, karena
: lumpur Lapindo perusahaan Ical, sekarang 13.000 kepala keluarga
: menderita, dan ribuan orang menganggur bung. Ical, pendana Freedom
: Insitute (sekali lagi tempat bung bekerja) kembali beraksi atas nama
: negara bung. Keluarlah perpres no.4/2007 tanpa konsultasi dengan
: 13.000 KK, ganti rugi 20% di awal, 80% sisanya selama 2 tahun, asal
: memiliki sertifikat (padahal ketika proyek lapindo dimulai, lapindo
: membeli tanah tersebut sebagian besar tanpa sertifikat he2). Negara
: bung tunduk pada kejahatan korporasi Ical, lalu melalui APBN
: keluarlah dana publik untuk perbaikan infrastruktur sidoarjo yang
: dirusak korporasi Ical senilai Rp.3,7 triliun. Artinya apa bung,
: anak saya mahatma dan krishna segera ikut menanggung kejahatan Ical
: (pendana Freedom Institute dan tempat bung bekerja) senilai
: Rp.17.300 apabila bung bagi Rp3,7 triliun dengan 220 juta populasi.
: Berarti bung di harvard dengan isteri dan anak, dan saudara2 bung di
: kampung juga menanggung kejahatan korporasi Ical sebesar yang
: ditanggung anak saya, mahatma dan krishna. Begitulah bung kejahatan
: korporasi Ical sekarang ditanggung setiap warganegara Indonesia.
: Gilanya, aburizal bakri tetap menjadi Menko Kesra atawa Menko
: Kesengsaraan Rakyat. Bahkan SBY dalam reshuffle tidak berhasil
: menggusurnya, karena utang budi di masa kampanye presiden dulu. Jadi
: berapa lama lagi kejahatan korporasi menyetir negara predator ini?
: Bung KK, mantan rektor saya di ITB mesti memikirkannya juga dan
: menyampaikannya ke bosnya: SBY.
: 3. Dengan 2 hal di atas apakah saya sinis kepada negara? Bila tidak
: sinis, saya termasuk mereka2 yang merusak dimuka bumi ini bung.
: Sekarang saya emoh negara predator ini, apakah bung pro negara
: predator? Hanya Tuhan yang maha tahu dan maha benar.
: 4. Sekian, selamat menuntut ilmu, salam untuk anak dan isteri
:
:  Tabik,
:  Sahabatmu
:  M. Fadjroel Rachman


Kirim email ke