Apa yang di lakukan Kamar Dagang dan Industri terhadap kemacetan 
lalu lintas yang mengakibatkan para pedagang kecil dan pengguna 
jalan di Jakarta terganggu akibat seorang pak gubernur yang harga 
dirinya lebih besar daripada warga Jakarta yang lapar?

KADIN engkau mandul, engkau tak berguna. Tugasmu untuk menyelamatkan 
dan meningkatkan produktivitas para pedagang (pengusaha)dari 
pedagang kaki lima sampai shopping center tidak pernah engkau 
lakukan. apakah kegunaan eksistensi-mu?

Kadin sebenarnya punya dasar hukum untuk membawa setiap orang yang 
dengan sengaja menciptakan kemacetan dan keributan di jakarta ke 
pengadilan dan menuntut ganti rugi sesuai jumlah kerugian yang di 
derita oleh pedagang kecil.

Sekali lagi KADIN mandul namamu hanya untuk dekorasi surat kabar dan 
peta politik.


.

--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0705/31/191235.htm
> =====================
> 
> JAKARTA, KAMIS - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota 
Jakarta,
> Kamis (31/5) malam, secara resmi menerima surat permintaan maaf 
dari
> Kepala Pemerintah Negara Bagian New South Wales, Australia Morris
> Iemma yang disampaikan secara langsung oleh Duta Besar Australia 
untuk
> Indonesia Bill Farmer. "Kepala Pemerintah Negara Bagian (Premier)
> telah memerintahkan penyidikan atas apa yang telah terjadi dan ia
> meyakini terjadi ketidaknyamanan. Oleh karena itu, ia meminta 
maaf,"
> kata Duta Besar Bill Farmer usai menyerahkan surat dari otoritas 
New
> South Wales kepada Gubernur DKI.
> 
> Ia menambahkan surat tersebut ditandatangani oleh Morris Iemma pada
> Kamis sore waktu Indonesia dan langsung disampaikan kepada Sutiyoso
> pada petang harinya. Atas permintaan maaf yang telah diterimanya 
itu,
> Sutiyoso menyatakan puas dan apa yang dilakukan oleh Premier Iemma
> lebih dari yang diharapkannya. "Menurut pandangan saya, surat 
seperti
> itu dikirim oleh pejabat lain negara hampir tidak lazim jadi
> sebenarnya lebih dari yang saya inginkan," katanya.
> 
> Sutiyoso menyatakan dengan surat permohonan maaf resmi tersebut,
> pihaknya akan mencairkan kembali hubungan antara Jakarta dan New 
South
> Wales Australia ke arah yang lebih positif. "Sebagai bangsa yang
> besar, bila pihak lain sudah meminta maaf tentunya kita harus
> memaafkannya," tegasnya.
> 
> Permintaan maaf tertulis Iemma disampaikan dalam sebuah surat 
dengan
> kop surat Premier of New South Wales Australia tertanggal 31 Mei 
2007.
> Dalam suratnya Premier Iemma menyampaikan bahwa pemerintah negara
> bagian maupun komisioner polisi federal Australia sangat terganggu
> dengan insiden itu. "Dalam arahan saya, komisioner polisi sudah
> mengadakan suatu penyidikan atas penyebab insiden ini untuk mencari
> fakta dan apakah ada tindakan di luar batas yang dilakukan petugas
> kepolisian terkait. Penyidikan ini dilakukan secara komprehensif 
dan
> dilakukan oleh perwira senior kepolisian," demikian kata Iemma 
seperti
> dikutip dari suratnya.
> 
> Premier juga menyatakan ia telah mendapat masukan dari Director
> General of the Departemen of Premier and Cabinet untuk menelaah
> kejadian masuknya petugas kepolisian ke kamar Gubernur DKI untuk
> mencari tahu apakah telah terjadi kelemahan koordinasi antara pihak
> keamanan dan protokol setempat. (Antara/Glo)
> 
> Copyright 2006 Kompas Group
>


Kirim email ke