http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/20/urban/3538046.htm
=====================

Banyak kenangan akan Indonesia yang menjadi sumber inspirasi desainer
asal Indonesia yang menetap di Hongkong, Mardiana Ika. Keelokan alam,
ramainya pasar, masa kecilnya di Pematang Siantar, hingga harum aroma
kopi yang ia seduh. Semua bisa jadi bermakna dalam tuangan rancangan
busananya.

Ika kemudian mengolaborasikan kenangan manis tersebut dengan berbagai
kekayaan budaya lain ke dalam sekitar 100 busana yang ia beri tema
Heritage. Rancangan itu dia tampilkan pada Jakarta Food and Fashion
Festival di Kelapa Gading, Sabtu (12/5).

Penggagas Bali Fashion Week ini bermain dengan banyak macam bahan.
Potongan dan detail unik ia terapkan apik dalam tiap busana. Bordir
juga cukup banyak muncul dalam busana malam. Ia memang menjadikan
bordir sebagai salah satu kekuatan rancangannya. Corak rumit yang
diambil dari batik maupun corak Afrika terlihat begitu cantik.

Tak hanya bordir. Lulusan The Far East Dressmaking & Design Schools
Shanghai (1973) dan London College of Design ini juga menampilkan
teknik lain seperti rajut, piping, crochette, dan patchwork. Kendati
demikian, karakter yang kuat tetap mencuat dari tiap rancangannya.

Ika tampaknya tak ingin terikat dengan hanya satu garis rancangan,
hingga ia memakai cukup banyak garis. Gaun malam dengan jalinan
bordir, payet, atau permainan garis yang memberi permainan optik yang
unik.

Ia juga tak ingin ketinggalan mengikuti arah mode dunia yang tengah
asyik dengan gaya balon. Gaya itu dia terapkan pada rok dan lengan
baju secara tepat memakai bahan yang bertabrak corak.

Tunik dan rok boho, meski tak terlalu banyak, juga terlihat dalam
pergelarannya itu. Ika menambahkan bolero, cape, dan jaket pendek
untuk mengubah gaun sederhana jadi istimewa.

Permainan warna kali ini cukup beragam. Merah yang hangat berganti
dengan lembutnya beige dan tepercik segarnya turqouise. Tak
ketinggalan sejoli abadi hitam dan putih bersama coklat dan ungu yang
elegan.

Sumber inspirasi Ika yang berasal dari Indonesia sepertinya belum akan
habis, sebab katanya, "Saya sangat percaya, inspirasi yang saya
peroleh datang dari perjalanan dan interaksi dengan orang-orang dari
berbagai latar belakang budaya di Indonesia maupun belahan dunia
lain." (Arbain Rambey)

Kirim email ke