1. Kenapa hujan bukan penybab banjir, karena banjir terjadi jika 
profil sungai tidak mampu mengalirkan debitnya. Biar hujan besar 
bila mampu tidak akan banjir. Cuma saja dalam mendesign profil 
sungai ada faktor ekonomi yang menentukan batasan debit yang bisa 
ditampung. Jangan sedikit hujan dituduh penyebab banjir karena cuma 
alasan bongkok dari pejabat penanggung jawab. Saya numpang ketawa 
juga.

2. Bila dapat menarik awan Bangla di musim banjir di sana mereka 
tidak terganggu malahan akan berterima kasih, juga terima kasih dari 
penduduk Aceh yang kekeringan. Tapi kalau memanen awan yang sedang 
bergerak menuju ke DAS lain yang memerlukan, itu baru menganggu. 
Tapi kalau awan tidak bergerak dan sudah mateng untuk menurunkan 
hujan apa pula guna TMC.

3. Wah rambut saya sudah putih pertanda sudah meninggalkan dunia 
hitam, anda coba bercermin kalau masih hitam berarti masih pantas 
berkecimpung di dunia hitam. Jadi betul mereka ke Puncak, wale wale 
anda ikut menambah dosa.
4. Kalau jadi agen TMC di Asia lumayan, agar para DR yang kebanyakan 
menganggur dapat kerjaan. Apa termasuk yang di Thailand? Lumayan 
bisa memerintah Raja di sana.


--- In [email protected], Tri Handoko Seto 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pak rzain,
> 
> 1. pernyataan sampeyan yg nomer 1 itu lucu (hehehee.... ketawa 
dulu). jelas banjir di jakarta terjadi karena hujan lebat. kalau 
bukan karena hujan lebat kenapa jakarta tidak banjir setiap hari. 
definisi hujan lebat itu apa to pak? coba sampeyan tanya ke BMG. 
curah hujan 100mm perhari itu disebut hujan lebat apa bukan? kalau 
orang BMG menjawab bukan, maka saya usulkan ke kepala BMG (dulu 
atasan sekaligus kawan saya) agar itu orang dipecat saja 
hehehee......  saya juga sudah katakan bahwa daya dukung permukaan 
di jakarta itu sangat lemah. akibat rendahnya daya serap permukaan, 
terlalu sedikitnya volume sungai, padatnya pemukiman, dll. tapi itu 
kan faktor yg bisa dihitung. dg kondisi seperti sekarang ini maka 
berapa ambang batas kemampuannya untuk menyerap curah hujah. 
gampangnya, dg curah hujan (intensitas, sebaran, dan volume) berapa 
jakarta masih mampu bertahan dari serangan banjir. jadi sebaiknya 
tidak berasumsi pada kondisi idealnya, tetapi pada kondisi realnya. 
bahwa
>  mestinya jakarta harus punya saluran yg memadai, itu betul. 
lho.... kok malah melenceng ke permaslahan banjir jakarta. padahal 
awalnya kan saya menyatakan bahwa kejadian banjir jakarta tidak 
pernah diprediksi oleh CNN. okelah kita tidak memakai istilah 
banjir. tetapi memang CNN juga tidak pernah memprediksi akan terjadi 
hujan lebat (apalagi hingga lebih dari 100mm perhari) di wilayah 
jabotabek. foto satelit awan tidak pernah menunjukkan adanya gugus 
awan berskala besar yang ada di sekitar jabotabek bbrp hari bahkan 
bbrp jam sebelum terjadinya hujan lebat. bahkan seorang teman yg 
yakin karena jam 2 sore masih melihat foto satelit awan tidak 
menunjukkan adanya awan besar di jabotabek, maka dia tenang2 sja 
ketika hujan turun setelah pulang kantor. justru akhirnya rumahnya 
tenggelam. 
> 
> 2. justru karena seperti yg saya katakan bahwa TMC ini tidak 
mengganggu daerah lain, maka sampai saat ini adalah hal yg mustahil 
untuk menarik awan dari banglades ke Indonesia.
> 
> 3. kenapa UEA ga ke amrik? karena sudah ada kerjasama antara 
indonesia dan amrik, bahwa proyek2 TMC di wilayah asia akan 
ditangani oleh indonesia. Nemani? wah maap pak, bukankah sampeyan yg 
pernah kerja di travel lebih cocok untuk tugas ini? heheee
> 


Kirim email ke