Menarik memang dengan teori peluru pantul ini, mungkin perlu di daftarkan ke
HAKI bahwa penemu teori peluru pantul adalah Tentara Indonesia, apalagi
media untuk memantulkan peluru tersebut adalah tanah, apa enggak hebat tuch
tentara Indonesia....ceck...ceck...ceck... :-(
Yang lebih menarik lagi adalah tentara Indonesia sekarang tidak pernah
berperang dengan musuh, berperangnya dengan rakyat sipil yang tidak
punya M16, dan selalu menang. Bertempur dengan rakyat bersenjata gak pernah
menang, buktinya di Aceh dan Timor Timur. Jadi bisa disimpulkan bahwa
Tentara Indoensia adalah Tentara "Banci"



Pada tanggal 04/06/07, Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   ya tergantung dari beberapa hal pak
> dg asumsi bahwa kecepatan awal:
> 1. peluru bisa diidentifikasi,
> 2, jarak antara penembak, bidang pentul, dan korban juga bisa
> diidentifikasi,
>
> maka berapa kecepatan pentul peluru masih tergantung pada 2 faktor:
>
> 1. yang memantulkan peluru tersebut apa. kalau yang memantulkan adalah
> sebuah benda yg sangat keras sempurna, tentu saja pantulannya masih
> berkecepatan tinggi.
> 2. sudut pantulnya. semakin kecil sudut antara datangnya peluru dg bidang
> pentul (dari 0 sampai 90 derajat) tentu saja makin besar kecepatan pantul
> peluru.
>
> kedua faktor tersebut terhubung dg logika DAN. artinya jika salah satu
> melemahkan maka resultannya akan ikut melemah. dari kenyataan di lapangan,
> maka yg paling mungkin adalah:
> 1. sudut pantul yg paling masuk akal adalah sekitar 30 derajat.
> 2. koondisi tanah (menurut berita di TV) bukan batuan melainkan benar2
> tanah. ini akan memperkecil kecepatan peluru.
>
> dg sudut pantul 30 derajat dan bidang pantul tanah, maka tidak mungkin
> peluru bisa menembus kepala korban. bahkan jika bidang pantulnya jalan
> beraspal sekalipun, kecepatan peluru tidak akan seperti itu.
>
> saya kok meragukan keterangan sang panglima di TV.

Kirim email ke