Di negara yang tingkat kemunafikannya sudah tinggi, pengakuan akan dianggap sebagai 'aib'.. Yang melakukan tetapi diam saja/membantah sekuatnya akan dianggap lebih terhormat.. Jadi 'klaim & seolah-olah' memang rumus terbaik untuk menjaga 'kehormatan' & posisi..
Melihat press release seputar insiden penembakan di Pasuruan, seolah mengingatkan kembali pada suasana di jaman ORBA.. di mana pihak 'negara', 'pejabat' pasti benar.. alasan yang hanya sekian persen kemungkinan kebenarannya, menjadi satu"nya alasan (100%) untuk menutupi yang sebenarnya terjadi. Mirip dengan soal pilihan ganda PMP (Pendidikan Moral Pancasila).. Pokoknya pilih yang paling logis&baik.. bukan yang sesuai dengan kenyataan.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 6/4/07, Perpi Thomas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Menarik memang dengan teori peluru pantul ini, mungkin perlu di > daftarkan ke > HAKI bahwa penemu teori peluru pantul adalah Tentara Indonesia, apalagi > media untuk memantulkan peluru tersebut adalah tanah, apa enggak hebat > tuch > tentara Indonesia....ceck...ceck...ceck... :-( > Yang lebih menarik lagi adalah tentara Indonesia sekarang tidak pernah > berperang dengan musuh, berperangnya dengan rakyat sipil yang tidak > punya M16, dan selalu menang. Bertempur dengan rakyat bersenjata gak > pernah > menang, buktinya di Aceh dan Timor Timur. Jadi bisa disimpulkan bahwa > Tentara Indoensia adalah Tentara "Banci"
