Tulisan ketiga, sebuah pernyataan sikap.
   
  Pernyataan API- Indonesia  I. Mengikuti perkembangan polemik mengenai PLTN di 
tanah air, serta membaca dan mempelajari reaksi-reaksi terakhir terhadap PLTN 
dalam 10 tahun terakhir di negara-negara lain, serta menimbang bahwa : 
  1. PLTN adalah mega proyek berdimensi publik beresiko tinggi dalam berbagai 
aspek. 
  2. Keputusan dibangun tidaknya PLTN harus diserahkan sepenuhnya kepada 
rakyat. 
  3. Pertimbangan-pertimbangan yang mendorong dan mengharuskan dibangunnya PLTN 
harus diketahui utuh oleh publik dan disampaikan secara transparan. 
  4. Kritik-kritik yang diajukan terhadap rencana pembangunan PLTN, juga 
seharusnya tidak asal bunyi, tetapi didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan 
ilmiah yang meletakkan kepentingan rakyat diatas segalanya. 
  dengan ini menyerukan : 
  1. Agar dilakukan Debat Terbuka antara pihak-pihak yang pro PLTN (pemerintah 
!) dengan pihak-pihak yang kontra PLTN. 
  2. Agar debat terbuka tersebut dilakukan berseri sesuai aspek-aspek yang 
perlu di perhitungkan dalam kajian pembangunan PLTN. 
  3. Agar debat terbuka tersebut disiarkan lewat TVRI, dan dipublikasikan 
secara luas, sehingga diikuti oleh rakyat sebanyak-banyaknya. 
  4. Agar pihak-pihak yang terlibat dalam debat terbuka tersebut, lebih dahulu 
disumpah, sehingga secara moral terdorong untuk mengungkapkan fakta-fakta 
secara jujur dan benar
  5. Agar, setelah serie debat terbuka tersebut berakhir, dilakukan referendum 
langsung, agar rakyatlah yang menentukan perlu tidaknya dibangun PLTN di 
Indonesia.
Referendum langsung ini menjadi sangat mutlak bagi rakyat di daerah calon 
lokasi reaktor dan calon lokasi pembuangan limbah. 
  II. API-Indonesia juga mengusulkan beberapa pertanyaan yang perlu dikaji 
dalam debat terbuka tersebut : 
  
1. Aspek Urgensi : 
  Hasil kajian Wardiman Djoyonegoro, yang dilakukan sejak tahun 1970 itu perlu 
disampaikan secara transparan dan diuji kesahihannya. 
Jika kajian tersebut sahih, apakah lembaga yang bertanggung-jawab (BPPT cs) 
juga telah mengkaji potensi-potensi energi yang ada di seluruh tanah air. 
Apakah kita memiliki peta potensi Energi Alternatif ? Jika ada, sejauh mana 
potensi-potensi itu di kaji ? 
Catatan : 
a) Sudah cukup effisienkah pemakaian sumber daya yang ada sekarang ? Pertanyaan 
ini perlu dijawab, sebab di tahun 1980-an pers tanah air memuat laporan adanya 
perbedaan menyolok antara daya yang dibangkitkan PLN dengan daya yang 
dilaporkan dipakai. Jadi kemungkian ada ineffisiensi pemakaian atau juga 
ineffisiensi jaringan atau korupsi daya listrik. Jika laporan itu benar, sudah 
sejauh mana ditindak lanjuti. Dan apakah kini pemakaian daya yang ada sudah 
effisien ? Tindakan membangun suatu pembangkit berskala raksasa, terlepas dari 
jenis pembangkitnya, akan kurang optimal pemanfaatannya jika terjadi lagi 
"kehilangan kehilangan" yang misterius. 
b) Kesahihan kajian tentang kebutuhan energi Indonesia tersebut, apakah memang 
mengharuskan pembangunan PLTN ? Bagaimana dengan sumber sumber energi yang 
lain? Misalnya, Geothermal, Batubara dan tenaga air yang cukup punya potensi 
untuk penyediaan kebutuhan energi untuk industri serta sel surya, tenaga angin 
dan bio mass untuk kebutuhan rumah tangga atau industri industri kecil. 
  2. Aspek Biaya : 
  Yang dikaitkan dengan kemampuan keuangan negara, serta skala prioritas 
pembangunan. 
  3. Aspek Keamanan dan Lingkungan : 
  -Apakah Muria secara geologis benar benar aman ? Sebuah penelitian yang 
dilakukan oleh seorang putra Indonesia, Sri Widiyantoro cs yang dimuat di 
majalah Science, vol.271 menunjukkan bahwa secara geologis lokasi gunung Muria 
itu tidak stabil. 
-Di mana lokasi pembuangan limbah ? Bagaimana kondisi geologisnya ? Pengaruh 
limbah terhadap permukaan tanah serta air tanah serta air tanah disekitar 
lokasi ? Seberapa lama lapisan beton dengan tebal tertentu dapat mengisolasi 
limbah terhadap sekitar ? Perhatikan perbedaan umur beton dan umur limbah.
- Resiko transportasi bahan bakar ke reaktor 
- Resiko kebocoran reaktor 
- Resiko transportasi sisa bahan bakar ke tempat pembuangan 
  4. Aspek Kontrol terhadap Operasi PLTN : 
  Jika PLTN memang aklhirnya diputuskan akan dibangun : 
- Siapa / lembaga apa yang akan menjalankan PLTN ? 
- Siapa / lembaga apa yang berwewenang untuk secara periodik mengontrol reaktor 
itu dan menyampaikan pendapat sewaktu-waktu secara independent mengenai kondisi 
reaktor serta sekaligus usul / rekomendasi atas operasi. Kedua lembaga ini 
harus sama-sama profesional tetapi terpisah. 
  5. Aspek Kebijakan Industrialisasi sebagai latar-belakangnya : 
  Kebutuhan listrik untuk Industri yang mendorong dibangunnya PLTN di Muria ini 
juga menimbulkan pertanyaan : 
Apakah dengan ini berarti, pemusatan Industri di pulau Jawa akan di abadikan ? 
Kebutuhan Energi 7 Gigawatt untuk Industrialisasi sampai dengan tahun 2010, 
serta dibangunnya PLTN untuk kepentingan tersebut menimbulkan kesan bahwa 
kemauan untuk menyebarkan dan atau memeratakan pusat-pusat Industri ke 
daerah-daerah / pulau-pulau lain tidak sangat serius. Atau apakah akan dibangun 
pula jaringan transmisi ke pulau lain dari Muria ? 
Aspek ini juga perlu dikaji dalam debat terbuka, karena sangat penting dan 
menyimpan potensi-potensi masalah di kemudian hari. 
  6. Aspek kultur yang berkaitan dengan kesiapan masyarakat menghadapi kondisi 
kondisi yang tidak diduga. 
  7. Dll. 
  Demikian pernyataan sikap, seruan serta usulan dari Aliansi Pemuda 
Independent Indonesia di Berlin, berkenaan dengan rencana pembangunan PLTN di 
Indonesia. Pernyataan ini dibuat didasari pada rasa tanggung-jawab sebagai 
bagian dari generasi muda bangsa yang harus aktif mengikuti rencana rencana 
pembangunan yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia seluruhnya, sekarang 
dan di masa depan.
Dengan penuh kerendahan hati API Indonesia menyadari adanya kemungkinan 
kekeliruan dari pertimbangan pertimbangan yang disampaikan, namun tetap 
menganggap penting adanya debat publik terhadap masalah ini yang disusul dengan 
referendum. 

Berlin, Akhir Maret 1996. 

Aliansi Pemuda/i Independen Indonesia di Berlin, 
Komite Diskusi PLTN di Indonesia
Koordinator : Ignas Iryanto (email : [EMAIL PROTECTED])
Sekretariat:
c/o: Iwan Setiabudi
Siegmundshof 2-4 / Q Zi.213
10555 Berlin
Germany
  

I

Kirim email ke