problem laten di indonesia selalu 2 hal : urusan isi perut atau demokrasi, maka 
pilihannya pasti perut supaya tidak lapar, sembako mencukupi tidak perlu antre, 
mereka tidak perduli siapa yang jadi presiden bahkan sendainya negeri berubah 
menjadi kerajaan sekalipun, itu sebabnya mengapa kita bisa dijajah 350 tahun 
oleh bangsa belanda yang dari segi jumlah dan luas wilayah jauh lebih kecil 
dari kita.
  kenapa ? karena kita bodoh, dan sikap bodoh itu tetap dibawa sampai sekarang, 
kenapa banyak pejabat dan politisi korup masih wara wiri dipentas politik 
negeri ini, ????
  kembali ke soal suharto, memang betul 30 tahun pemerintahan dibawah rezim 
otokrasi dan fasis dengan Golkar sebagai the rulling party, menimbulkan 
kebangkrutan yang luar biasa multidimensional, dalam Pemilu lalu malah Golkar 
muncul sebagai pemenang kedua, kenapa Golkar tidak dibubarkan saja ? itupun 
kita tidak mampu, betapa bodohnya.
   
   
   
  

tjuk kasturi sukiadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kita tak usah membicarakan siapa ayah Soeharto. Percuma, hanya 
buang-buang waktu , tenaga dan pikiran. Yang penting kita semua tahu,sadar dan 
mengerti bahwa Pak Harto adalah pemimpin Indonesia yang telah diberi kesempatan 
untuk memerintah negeri dan bangsa ini selama 32 tahun dengan cara yang 
otokratis tetapi tidak banyak berbuat besar untuk bangsanya. Bandingkan dengan 
Park Chung Hie di Korea Selatan, Lie Kwan You di Singapura dan Mahatir Muhammad 
di Malaysia. Carut marut dan bobroknya bangsa Indonesia samapai sekarang ini 
adalah produk dari pemerintahan Soeharto yang lama tetapi tanpa makna itu. Jadi 
kalau ada orang yang menganggap zaman pemerintahan Soeharto adalah zaman 
normal. Wah nggak tahu lagi ya , kira kira apa yang ada di hati dan di otak 
orang tersebut.Kalau mereka bekas kroni yang mendapatkan derajat, pangkat dan 
semat berlebihan ketika itu ; tentu dapat dimaklumi! Mungkin kalau mau 
pragmatis dalam mencari normalitas zaman. Yang paling normal adalah
 zaman
kolonial ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Murah sandang pangan 
dan sego pecel satu sen dapat 3 pincuk! apa ya begitu!? Salam Tjuk Kasturi 
Sukiadi 

Kirim email ke