Setuju, Bung. Ngamuk-ngamuknya berpanjang-panjang dan bikin kepala panas, lalu 
harapan "agar insiden ini tka menganggu hubungan kedua negara" cuma satu 
kalimat di paling akhir. Kok bunyi editorialnya mirip-mirip 
pernyataan-pernyataan sikap kaum garis keras, ya?
   
  manneke

Barnabas Rahawarin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          

Karena banyak terkumpul email dan hanya igin membahas
beberapa yang penting, saya mem-BOLD lagi apa yang
di-bold duluan Adijoyo Adidoyo.

KOMPAS minta untuk dibaca tidak senantiasa seperti
YANG TERSURAT tapi YANG TERSIRAT. Karena berbeda
dengan Parodi NEWSDOTCOM, penulis TAJUK RENCANA INGIN
membakar semangat kita untuk TIDAK TERJEBAK dalam
SURATANNYA tapi menemukan SIRATANNYA.

Tersinggung sebagai solidaritas di periferi kepada
Gubernur Sutiyoso, dan Solidaritas kepada sesama 5
wartawan Australi yang dieksekusi, "ditenggelamkan"
dalam diplomasi. 

Kasihan juga kalo pembaca terlalu dipaksa untuk
memahami SIRATAN, ataukah (lebih kasihan kalau) memang
itulah SURATAN (takdir) tajuk rencana KOMPAS hari itu,
tanpa SIRATAN apa pun. wallahualam.

wassalam,

berthy b rahawarin

--- Adijoyo Adidoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kamis, 31 Mei 2007 
> 
> Tajuk Rencana 
> 
> Rakyat Indonesia Tersinggung
> 
> Rakyat Indonesia, terutama Jakarta, marah,
> tersinggung, dan kecewa 
> berat atas insiden yang menimpa Gubernur DKI Jakarta
> Sutiyoso di 
> Australia. 
> 
> Banyak orang dibuat terperangah, terkejut, dan ikut
> merasa dilecehkan 
> ketika menyimak berita, Sutiyoso didatangi polisi ke
> kamar hotel 
> penginapannya di Sydney dengan menggunakan kunci
> duplikat. 
> 
> Rasa tercengang bertambah karena Sutiyoso kemudian
> diminta menghadiri 
> sidang terkait kasus tewasnya lima wartawan
> Australia di Balibo, 
> Timor Leste, di tengah kemelut perang saudara di
> wilayah itu 16 
> Oktober 1975. 
> 
> Tidak sedikit warga Jakarta memprotes dan mengecam
> keras atas 
> perlakuan buruk terhadap gubernurnya. Ratusan orang
> berdemonstrasi di 
> depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta hari Rabu
> 30 Mei memprotes 
> perilaku polisi Australia yang dinilai keterlaluan
> dan arogan. 
> 
> Sutiyoso sendiri dalam jumpa pers mengaku merasa
> dilecehkan, dan 
> mendesak kepolisian Australia meminta maaf demi
> hubungan baik. Ia 
> telah mengadukan insiden itu ke Departemen Luar
> Negeri RI di Jakarta. 
> 
> Sebagai tamu resmi yang diundang Pemerintah Negara
> Bagian New South 
> Wales, Gubernur DKI semestinya mendapat perlakuan
> baik. Apalagi 
> tujuan kunjungannya untuk persahabatan, memperkuat
> kemitraan dua 
> kota, sister city, antara Jakarta dan Sydney. 
> 
> Atas pertimbangan apa pun, termasuk kepentingan
> penyelidikan 
> peristiwa Balibo, perlakuan buruk terhadap Sutiyoso
> tidak dapat 
> dibenarkan, keterlaluan dan melanggar tata krama
> hubungan baik 
> antarnegara. 
> 
> Cara yang digunakan polisi Australia dalam upaya
> penyingkapan 
> peristiwa Balibo termasuk gegabah dan tidak etis.
> Tentu saja kasus 
> Balibo yang masih banyak menyimpan misteri harus
> dibongkar demi 
> kebenaran. 
> 
> Jelas pula Indonesia berkepentingan atas
> pengungkapan misteri 
> peristiwa Balibo untuk mengakhiri berbagai spekulasi
> dan kecurigaan 
> hampir 32 tahun yang cenderung merugikan bangsa
> Indonesia. 
> 
> Namun, tidak dapat diterima, jika dalam upaya
> menyingkapkan peristiwa 
> Balibo, polisi Australia tidak menghormati prinsip
> praduga tak 
> bersalah, melecehkan martabat seperti dialami
> Gubernur DKI Jakarta. 
> 
> Kiranya masuk akal jika rakyat Jakarta khususnya dan
> Indonesia 
> umumnya tersinggung dan mengecam keras atas
> perlakuan polisi 
> Australia terhadap Sutiyoso. Tentu saja insiden itu
> diharapkan tidak 
> sampai mengganggu hubungan dan kerja sama kedua
> negara. 

Kirim email ke