Selamat pagi,

Pagi ini aku di tlp pihak Bank Lippo, katanya uangku sudah di kredit ke rek aku 
sebesar Rp. 2,4jt tanggal 06 June 2007. Dan
ku check ke 14042, memang sudah masuk ke rek ku sebesar
Rp. 2,4jt. Ternyata Bank Lippo bekerja jauh lebih cepat dari
14 hari seperti yg dijanjikan. Terima kasih Bank Lippo.
Gak was-was lagi deh sekarang.


Rizka


  ----- Original Message ----- 
  From: rizka 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, June 06, 2007 4:22 PM
  Subject: ATM tak keluarkan uangnya, tapi rek terdebet


  Hai semua...

  Mo sharing aja nih, karna aku khawatir. Senin malam aku niat
  ambil uang via ATM, karna di kampungku tak ada ATM Lippo,
  maka aku mo ambil uang via ATM BNI, buat ongkos balik ke
  Jakarta setelah libur kemarin. Di ATM BNI Banjar ( Ciamis )
  itu ada 2 mesin ATM, pecahan 50.000 dan 100.000. Pertama
  kupilih mesin ATM yg pecahan 100rb, ku pilih ambil uang
  Rp. 1.200.000, kutunggu lama, uang tak keluar dan muncul
  dilayar kurang lebih kata2 "Maaf waktu yg diberikan telah habis"
  Lah..aku bingung..duitnya gak keluar kok keluar kalimat begitu.
  Karna aku butuh uang, kupindah ke mesin ATM yg sebelahnya
  (pecahan 50rb), namun kejadian itu terulang lagi.
  Karna khawatir saldoku berkurang, ku tlp ke 14042 (card center
  lippo bank), dan benar saja menurut operatornya bilang, saldo
  ku terdebet sebesar Rp. 2.400.000. Lalu dia bilang butuh waktu
  14 hari untuk menginvestigasinya.
  Aku sering sekali membaca keluhan yang sama di surat 
  pembaca baik media cetak maupun elektronik, yang pasti
  ujung-ujungnya uang nasabah hilang, karna menurut data
  pada mesin ATM transaksi dinyatakan berhasil.
  Aku khawatir hal itu juga terjadi padaku...gimana dong ...?!!
  Sumpeh deh..duitnya gak keluar !! sementara aku sebagai
  nasabah tidak punya bukti apa2 kalau uangnya memang
  benar2 gak keluar. Dari mesin ATM nya pun gak keluar struk.
  Jadi kita sebagai nasabah hanya menunggu dengan was-was.
  Kira-kira uangku dikembalikan atau hilang ya....
  Yang punya pengalaman serupa SHARING dong......


  Yg lagi was-was
  Rizka

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke