Kalau para anggota DPR suka teriak2 kaya anak Taman Kanak2 Presiden tidak perlu datang. Ingat ketika Habibi mendapat teriakan Huuu?
--- In [email protected], "loekyh" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Winasis, substansi interpelasi resolusi PBB tsb adalah, ya > masalah resolusi PBB tsb, bukan masalah datang atau tidak datangnya > presiden secara langsung dalam sidang paripurna interpelasi. > Juga bukan masalah citra (yang sedalam kulit) bahwa 'citra hitam' > telah melekat: Indonesia tidak bisa 'bebas aktif' karena kita ikut2-an > anti, eh, pro Amerika. > > SBY tidak datang karena takuut? Takuut apa ya? Emangnya presiden > secara tak rasional takut dipukulin anggota DPR dalam gedung? Kalau > anggota DPR memang berani, coba bikin usulan perubahan UU Pilkada agar > calon independen (tidak diusulkan parpol) bisa maju di Pilkada. Usulan > ini paling kurang mewakili aspirasi warga DKI + 1 (NB:1 = saya yg > bukan warga DKI). Jangan takut direcall parpol karena usulan ini ya? > > Btw, seandainya pres datang ke sidang paripurna, yang paling saya > takutkan adalah melihat tayangan malu2-in para anggota DPR yang > rebutan 'bicara kritis' satu sama lain (sampe Gus Dur julukin DPR > sebagai 'taman kanak2'). > > > besarnya, selalu munduk2 takut di-recall. > > Salam > >
