Apa benar Malaysia cenderung remehkan Indonesia? Atau ini hanya ada salah paham 
saja? Dari beberapa buku yang saya baca dan seminar yang saya ikuti, kerap 
disampaikan mengenai perlunya 'positive thinking'. Mungkin ada baiknya jika 
judul pada setiap posting email dibuat sedemikian rupa sehingga tetap positive. 
Jika judul seperti ini, seandainya Indonesia yang cenderung meremehkan negara 
lain, pastilah Indonesiapun akan menolak, karena apa untungnya kita meremehkan 
negara lain. Kalaupun ada satu dua orang yang berkata negatif, bukankah itu 
hanya karena orang tersebut yang kurang pengetahuan, sehingga sebenarnya ia-lah 
yang perlu mendapatkan pencerahan. Tidak perlulah kita posting bahwa 
keseluruhan Malaysia seperti itu.
   
  Maaf kalau ada salah kata.
   
  Salam.

Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sebenarnya kalau mau membicarakan etika generasi muda. Di negara kita
tercinta ini pun nilai-nilai itu sudah terkikis. Anak muda sudah tidak
menaruh hormat kepada mereka yang lebih berumur.

Dan kalau soal sejarah. Tidak hanya mereka lupa pernah belajar dari
Indonesia. Kita pun banyak yang sudah lupa nilai nilai yang diperjuangkan
pendahulu kita. Dan dulu saat kita sedang di atas angin, kita pun sama lupa
daratan. Dan makanya kini sakit terhembas ke bawah.

Jadi maksud saya di sini. Biarkanlah mereka yang mau melecehkan kita.
Mungkin kita memang pantas mendapatkannya saat ini. Tidak perlu marah, tidak
perlu tersinggung. Tapi yang harus dilakukan adalah berkaca, apa yang harus
kita perbaiki. Dan mari kita perbaiki bersama, sehingga suatu hari nanti
kita bisa berdiri tegak dengan bangga di antara para bangsa ( bangga tidak
sama dengan sombong ).

Regards,
Paulus T

Kirim email ke