Kejahatan di jalan raya memang makin beragam, yang paling sering adalah 
pengendara motor yang memberi tahu ban mobil kita kempes.....sering sekali, 
sering pula kita sudah mendengar, tapi masih juga banyak yang ter tipu.
  Di jalan Antasari pula, seorang rekan saya tertipa dengan gaya seperti 
itu.....konyolnya si teman ini menghentikan mobil didekat "satpam"....atau 
seperti satpam, disapa oleh satpam...dan tasnya hilang.
  Saya usulkan....bila membawa barang seperti tas, atau laptop dan 
sejenisnya....letakkanlah di bagasi.....pada umumnya yang terkena adalah sedan, 
yang secara gampang dapat dilihat isinya dari luar........sering terjadi 
setelah berhenti di lampu merah atau pada saat kecepatan rendah...macet 
misalnya.
  Ada baiknya...kalau mendapat peringatan dari pengendara seperti itu, 
perhatikan nomor polisi sepeda motor, tampang orangnya dan alas kaki yang 
dipakai....sepatu, sandal.
  Percayalah dengan insting dan kata hati anda.
  Bila merasa ingin juga berhenti....., hentikanlah kendaraan di pom bensin, 
perkantoran, kantor polisi.........atau hajar saja, toh harga ban tidak 
seberapa dibanding nyawa anda...atau minimal dokumen, surat surat anda ataupun 
laptop.
  Dalam beberapa kali kasus ban saya kempes, saya melakukan hal tersebut....dan 
alhamdulillah tidak mengalami masalah......yang pernah saya pakai untuk 
"parkir" antara lain Gedung Bank Indonesia MH Thamrin (saya masuk lewat pintu 
keluar), Markas Polisi Militer Gambir, Hotel Hilton Senayan, Markas TNI AL 
Armada Barat Jalan Gunung Sahari, Kantor Polisi Jatinegara.......beberapa 
diantaranya ban mobil hancur, karena diseret beberapa ratus meter.
  Sallam,

Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Terima kasih untuk sharing pengalaman nya. Berarti "trick-trick" 
seperti yang anda ceritakan makin banyak terjadi, ya? Karena pada bulan April 
yang lalu kawan perempuan saya yang sedang nyupir dalam perjalanan nya ke 
kantor dari daerah Pasar Minggu ke daerah Pejaten, juga tertipu dengan akal 
serupa. Dia turun untuk melihat ban-nya, dan tas dia sudah hilang sewaktu dia 
tahu bahwa tidak ada ban yang kempes. Padahal semua dokumen dan kartu-kartu 
Bank ada didalam tas tersebut.

Dan yang lucunya, pencoleng nya menilpun kerumah dan mengatakan akan 
menegmbalikan tas dan semua isi-isinya, HP dsb. Berarti dia akan merencanakan 
suatu penipuan lain, kali ya? Kalau sudah masuk rumah, hal-hal buruk lain nya 
ada kemungkinan bisa terjadi. Untung nya tipu daya itu didiamkan saja sama 
kawan saya, tidak diladeni.

Semoga kita selalu waspada dijalanan, lebih bagus dianggap jutek, dan cuek, 
dari pada meladeni tipuan-tipuan yang berbahaya. Jika akan berhenti apalagi 
dimalam hari, lebih bagus memilih tempat yang aman, tempat yang ada satpam yang 
sedang jaga, ataupun dideretan toko-toko yang sedang buka.

salam,
Yuli

Kirim email ke