Bapak Ibu yang baik... Gini deh... gimana kalo kita datang aja sekalian dalam acara diskusi publik itu, daripada hanya temanya aja yang diperdebatkan di sini. So, kita bisa sekalian perdebatkan dan kritisi materi dari diskusi publik itu. Bukankah ketidaksepakatan-ketidaksepakatan hanya akan menjadi bisul nurani dan hanya sekedar jadi bisik2 lorong kalau gak di utarakan secara jantan kepada yang bersangkutan???
So, yuuukkk... Rame2 kita liat acaranya... Warm Regards, Asri ----- Original Message ---- From: Ignas Iryanto <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, June 18, 2007 11:51:53 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Undangan Diskusi Publik: "Saatnya Pemimpin Muda Berkuasa", Selasa, 19 Juni 2007 Setuju bung Radityo, Orang yang menggunakan judul ini kemungkinan besar: Power Oriented. Regenerasi kepemimpin memang diperlukan agar elemen elemen Orba tidak lagi berada di ring satu kepemimpinan negara. Munculnya orang orang muda patut disambut baik. Namun merekapun perlu menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan generasi sebelumnya dalam melihat kekuasaan. Judul diskusi yang sangat Power Oriented semoga tidak menjadi cermin dari suatu paradigma yang melihat Kekuasaan sebagai Tujuan. Dengan pemahaman Kekuasaan Sebagai Tujuan: apapun akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dan apappun akan dilakukan untuk mempertahankannya, jika kekuasaan itu sudah ditangan. Menempatkan citra sebagai prioritas adalah eviden dari paradigma ini. Sebaliknya pemahaman bahwa Kekuasaan sebagai instrumen dari suatu tujuan lain yang lebih luhur, akan menyebabkan adanya batasan-batasan moral, etika dan bahkan hukum dari berbagai upaya untuk mencapainya. Pling tidak segalah jalan dan upaya yang kontraproduktif terhadap tujuan mulia itu akan dihindari. Dan setelah memilikinya, yang terpenting adalah kerja keras untuk merealisasikan tujuan dan bukan untuk mempertahankan kekuasaannya. Sukarno pernah mengatakan harus dibedakan atas dua: machtformig dan machtanwendig, pembentukan kekuasaan dan penggunaan (aplikasi) kekuasaan. Kita rasanya cukup canggih dengan yang pertama sebagai yang juga ditunjukan secara positip dengan suksesnya Pemilu kemarin dan secara negatip dengan berbagai praktek kotor di Pilkada namun pasti masih amburadul dengan yang kedua. Quo Vadis, orang orang muda ? Semoga tidak Power Oriented namun People Oriented dan Power ist just intrument for it. Salam, Irry.
