Baca baik2 opini saya Bu Reni, tidak pernah saya katakan
mayang mengejar-ngejar Bambang.
Tidak terbersit di otak saya untuk merendahkan wanita,
saya malah menganjurkan agar kita sebagai wanita,
menghindari dari godaan / menggoda laki2 beristri. 
Maaf bila ada kata2 saya yang menurut anda merendahkan
wanita.

TQ
Rizka 
  ----- Original Message ----- 
  From: reni renata 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, June 18, 2007 4:29 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perempuan penggoda???


  Batin istri pertama ya memang disakiti, sayapun dapat merasakanya karena saya 
seorang wanita. Apakah anda yakin kalau Mayang yang mengejar-ngejar Pak 
bambang? Kok anda tahu pasti mayang yang menggoda si lelaki? Menurut saya 
argumen anda malah merendahkan perempuan. Seharusnya laki-laki yang sudah 
beristri itu yang menjaga dirinya jangan menggoda si wanita yang masih gadis.. 
Tahu diri dong, biarkan si Mayang mencari jodoh laki-laki yang masih lajang. 
Masa gak ada yang mau? kalau mau berpoligami ya carilah janda yang susah, dan 
memerlukan perlindungan. Ayah kawan saya setelah istrinya meninggal mengawini 
seorang janda beranak tujuh dengan tujuan mulia untuk melindunginya. Jadi siapa 
yang menggoda lebih dulu kita tidak tahu pasti. Benar menurut anda dalam hal 
ini tidak ada yang dapat disalahkan. Takdir berbicara. Siapa yang mampu melawan 
takdir? Semuanya telah terjadi. 
  Salam
  Ibu Reni

  ----- Original Message ----
  From: rizka <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Monday, June 18, 2007 4:41:00 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Perempuan penggoda???

  Secara logika dan teori, mungkin opini anda benar. Poligami
  lebih baik daripada berzina, mungkin anggapan sebagian
  orang juga benar, tapi berpoligami dengan menyakiti hati
  istri pertama yg menurut pengakuannya tersakiti lahir bathin,
  bagaimana menurut anda ? Seandainya anda berada di 
  posisi sebagai Halimah, apakah anda akan setuju dan diam
  saja lalu nrimo setelah ketahuan, bahwa suami anda 
  berpoligami yang didahului dengan perselingkuhan ?
  Apapun alasan orang berpoligami apabila didahului dengan
  kebohongan, adalah salah menurut saya. Cinta bisa datang
  atau bisa kita rasakan kapan saja menurut anda, saya 
  sependapat. Tapi kita manusia yg banyak diberi kelebihan
  oleh Allah SWT dari makhluk lainnya dimuka bumi ini,
  seharusnya dapat memposisikan rasa cinta itu sesuai
  jalurnya, tidak asal tabrak dengan menghalalkan segala cara,
  termasuk merebut suami orang. Saya katakan merebut, karna
  si istri kedua bahkan se Indonesia juga tahu bahwa si laki2
  adalah sudah beristri bahkan beranak 3. Dengan opini saya ini,
  saya tegaskan, saya tidak menyalahkan pihak manapun
  maupun sebaliknya, alangkah baiknya kita sebagai wanita,
  menghindari dari godaan / menggoda pria beristri.

  Salam
  Rizka



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke