Mas Bayu,

  Pasti akan menjadi perjalanan yang menyenangkan, apalagi bisa melihat 
penyu-penyu di pulau Derawan....heemm....saya sangat "jealous" kepada para 
penyelam relawan yang akan berangkat ke Kalimantan Timur.
  Pengalaman saya di Taman Nasional Komodo dan Berau serta pulau Derawan, tidak 
pernah akan saya lupakan. Melihat semua hewan-hewan langka di habitat nya 
dengan dekat. Sungguh memberikan perasaan bersyukur yang tiada bandingan nya.
  Jika melihat bayi-bayi penyu berenang renang didekat penyu-penyu dewasa, ada 
perasaan yang tidak bisa kita tuliskan diatas kertas ataupun di email.
  Perasaan kita akan ter haru-biru, campur aduk dan bersyukur atas kebesaran 
Tuhan YME dan kita diberikan kesempatan melihat penyu-penyu tersebut dengan 
dekat dan dialam habitat mereka.
  Penyu-penyu, Orang-utan dan Komodo, amat berbeda dialam habitat mereka, dari 
pada kalau kita melihat nya dikebun binatang ataupun jika mereka berada 
ditempat lain. Tingkah laku merekalah yang dengan jelas kelihatan berbeda, jika 
mereka berada dihabitat mereka sendiri.

  Saya harap lebih banyak lagi rekan-rekan yang bisa menyempatkan melihat 
keindahan alam di Indonesia ini.

  Salam and have a good trip,
  Yuli

kadal panjang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Indonesia Reef 2007, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur
Memeriksa Karang Kawasan Peteluran Penyu Hijau Terbesar di Indonesia
Usai melihat keindahan bawah laut dan memeriksa rehabilitasi karang di perairan 
Taman Nasional Komodo pada akhir Mei lalu, kini Indonesia Reef 2007 kembali 
mengajak relawan penyelam menuju Kawasan Konservasi Laut Berau, Kabupaten 
Berau, Kalimantan Timur. Kegiatan yang rencananya akan memeriksa kesehatan 
karang di perairan Kepulauan Derawan itu digelar pada 18 – 23 Juni 2007 dan 
melibatkan sejumlah mitra: pemerintah Kabupaten Berau, Balai Konservasi Sumber 
Daya Alam (BKSDA), Badan Pengelola Kawasan Konservasi Laut Derawan, 
WWF-Indonesia dan The Nature Conservancy (TNC).
Saat menyambut kedatangan tim relawan Indonesia Reef 2007 di Tanjung Redeb, 
Senin (19/8), Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Berau, Hatta Asryad 
menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Pada kesempatan yang sama, ia 
juga menjelaskan sejarah penetapan kawasan konservasi laut. Matheus H. Halim, 
Project Leader WWF-Indonesia dan TNC Joint Program Berau, juga memaparkan arti 
penetapan kawasan Derawan dari sisi pelestarian. Manfaatnya, tentu akan 
dirasakan oleh anak cucu para penduduk lokal dan warga Kabupaten Berau.
Sebelum melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan karang, relawan akan 
mendapatkan penjelasan teori protokol pengawasan dari tim WWF-Indonesia dan TNC 
Joint Program Berau pada Selasa (19/6), di Pulau Derawan. Protokol yang 
digunakan merupakan hasil kesepakatan dan rekomendasi dari lokakarya yang 
diadakan pada tanggal 9 – 17 Juni 2006 di Derawan. Metode yang dipakai 
berdasarkan metode yang digunakan di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur 
selama periode 1996 – 2002.

Kisah lengkapnya dapat dilihat di www.indonesiareef.com

Kirim email ke