Selamat siang!

Urgent Info:
Kepada seluruh rekan-rekan pengguna mail list, juga kepada semua  sdr  
pengelola  / moderator.

Kami sampaikan informasi ini, dimuat sebuah harian lokal Papua di Timika, 
informasi mengenai meninggalnya salah satu anggota perunding Buruh  [Tongoi 
Papua] dengan pihak Freeport Indonesia yang berlangsung di Jakarta.

Menurut informasi lain yang kami  peroleh, kematian Sdr tadi, disengaja oleh 
pihak-pihak yang tidak mengiginkan agar tuntutan normatif Tongoi Papua beberapa 
waktu lalu dipenuhi oleh Manajemen PT. FI.

Back Ground:
--------------------

Tongoi Papua / Tongoi of Papuans [TOP] adalah Serikat Buruh Freeport yang 
keanggotaannya terdiri dari banyak orang Papua. Orang Papua disini adalah 
mereka yang penduduk asli Papua maupun yang lahir dan besar di Papua.

TOP pernah melakukan aksi mogok pada bulan April 2007 lalu dengan tuntutan 
adalah menaikan upah minimum bagi seluruh buruh Freeport. Aksi TOP berlangsung 
selama 4 hari dan terhenti setelah ada jalan tengah yang dihasilkan oleh 
manajemen FI dan TOP.

Jalan tengah itu adalah "perundingan" antara pihak TOP dan FI. Kini ditengah 
perundingan-perundingan itu, salah satu anggota TOP meninggal. Kabarnya, 
sengaja dibunuh [?] Kami masih cari informasi detail.

-------------------------------
Apapun yang menjadi alasan kematian Sdr Tabuni, anggota TOP yang sedang 
melakukan negosiasi dengan pihak FI, tidak dapat kami terima, kalau memang 
disengaja.


============================================
Satu anggota tim runding
  
Tongoi Papua-FI meninggal
    
  Timika     – Satu anggota Tongoi Papua, Didimus J.Tabuni, dikabarkan 
meninggal dunia di Jakarta , Jumat ( 15/6 ) lalu. Didimus merupakan salah satu 
utusan Tongoi Papua yang masuk dalam tim runding antara SPSI dengan manajemen 
PT.Freeport Indonesia ( PTFI ) yang salah satunya menuntut kenaikan upah dalam 
demo karyawan bulan April lalu .
  
Kabar tersebut disampaikan Ketua Tongoi Papua, Frans Pigome kepada Radar Timika 
melalui telepon, Selasa ( 19/6 ). Frans mengatakan, rekannya itu meninggal 
dunia sekitar pukul 15. 00 WIB di kamar nomor 316, Hotel Ibis Tamarin, Jakarta .
  
“Siang harinya ( Jumat, red ) kami makan sama-sama, setelah itu pulang, saya 
juga tidak tahu aktifitas lanjutan ( Didimus, red )setelah pulang,” katanya.
  
Menurutnya, Didimus merupakan anggota tim investigasi Tim Tongoi Papua dan SPSI 
yang berjumlah 11 orang. Tim tersebut sudah berada di Jakarta selama dua bulan. 
Setelah kamatian Didimus, menurut Frans, pihaknya meminta perundingan lanjutan 
dengan manajemen PTFI dilaksanakan di Papua.
  
Pada selasa malam sekitar Pukul 23.45 WIT, Frans kepad Radar Timika mengatakan, 
hasil pemeriksaan medis terhadap almarhum Didimus telah diserahkan kepada 
keluarga pada Selasa siang. Pihak Tongoi Papua sendiri belum memiliki hasil 
kopiannya.
  
Jenazah Almarhum Didimus direncanakan di terbangkan ke Timika menggunakan 
pesawat Airfast dari  Jakarta pukul 07.00 WIB pagi ini. Diperkirakan pesawat 
tiba antara pukul 15. 00 hingga 16. 00 WIT nanti.


  Juru bicara PTFI, Mindo Pangaribuan yang dikonfirmasi Radar Timika pada 
Selasa malam, membenarkan meninggalnya satu anggota tim runding SPSI itu. 
Demikian juga Kapolres Mimika AKBP G.C. Mansnembra yang sedang di Jakarta , 
ketika dikonfirmasi melalui telepon oleh Radar Timika  pukul 21. 00 WIT Selasa 
malam, mengatakan jenazah Didimus akan diterbangkan hari Rabu pagi ini ke 
Timika. (krg) ( Sumber Radar Timika Rabu 20 Juni 2007 ).


       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke