Saya sendiri masih belum bisa memberikan kepercayaan kalau tenaga-tenaga di BUMN kita sanggup mengelola PLTN dengan aman. baca berita terakhir, kejadian kemarin ( 24 juni 2007 ) http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/25/time/075803/idnews/797221/idkanal/10
untuk teknologi yang paling dasarnya saja (kabel listrik di bawah tanah) masih bisa bikin kecelakaan bahkan meledak. gimana dengan teknologi yang jauh lebih rumit dan butuh komitmen yang sangat besar itu ? Satu ledakan seperti itu efeknya tidak akan hanya luka bakar 100% pada 1 atau 2 orang, tapi 100% penduduk satu daerah. Tolong deh para pakar Nuklir, bukan mau menutup kesempatan kalian. Tapi cari dan coba dulu donk, penerapan teknologi yang jauh lebih aman. Nuklir jadikanlah solusi yang paling akhir. Regards, Paulus T. On 6/23/07, walsuparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Meskipun BANYAK alternative untuk mengadakan listrik di Indonesia > tetapi yang paling praktis sekarang dianggap Tenaga Nuklir.Kalau > memang Pemerintah sudah memutuskan demikian dan Indonesia terkenal > sebagai KERANJANG SAMPAH dari luar negeri baik untuk barang baru > maupun bekas, BESERTA PEMBIAYAAN(hutangnya), tetap harus di ingat: > 1) PLTN TIDAK didirikan di lereng gunung Muria tetapi di suatu > pulau dekat Pulau Jawa(Karumun Jawa ). > 2) Operasi dan pengawasanya untuk tahun2 pertama oleh tenaga > profesional BERPENGALAMAN dari luar negeri. > 3) Jelas pembuangan sampahnya. > Wasalam, > Wal Suparmo [Non-text portions of this message have been removed]
