Itu adalah ciri dari masyarakat dengan nilai kekeluargaan yang sangat tinggi. 
Di Indonesia memang masih cukup banyak. Namun hal ini akan secara perlaham 
(tapi pasti) melemah. Kini sudah cukup banyak yang merasa rumah jompo adalah 
tempat yang baik buat paraorang tua, karena disana mereka memiliki komunitas 
sendiri yang juga bisa saling mengerti. Ada cukup banyak keluarga yang tidak 
mau membawa orang tuanya ke rumah jompo tetapi mempekerjakan seorang perawat 
untuk merawat orangtuanya di rumah. Anak2nya praktis tidak merawat secara 
langsung dan hany amenengok sekali kali. Ini mirip situasi transisi. generasi 
berikutnya tentu sudah akan dibawah ke rumah jompo.
   
  Karena ada trend yang semakin menguat itulah, pembangunan rumah jompo menjadi 
kewajiban negara, menjadi bagian dari fasilitas sosial. Namun masuk ke rumah 
jompo terntu adalah pilihan.
   
  Jika orang tua masih ingin dirawat sendiri oleh anaknya, yaa tidakperlu ke 
rumah jompo.
  namun, jika si anak tidal mau merawat prang tua, atau orang tua yang tidak 
mau dirawat anaknya atau adalah hambatan psikologis sehingga orang tua tidak 
nyaman tinggal bersama anaknya lagi, orang tua tersebut dapat ke rumah jompo. 
Janganlah orang tua ini, tidak tahu harus kemana karena negara tidak memberi 
perhatian pada kelompok ini. Saya kira itu poinnya segala kritik atas 
pernyataan JK dan bukannya tidak setuju bahwa orang tua dirawat oleh anaknya.
   
  Salam, Irry 

reni renata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Yth Bapak Ahmad Zauzi, saya sampaikan rasa hormat kepada Anda... saya 
menangis saat membaca posting anda...
Itulah yang saya harapkan ketika saya mati kelak....
Sekali lagi............semoga dapat menyadarkan semua anggota milis ini, bahwa 
merawat orang tua di usia tua belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang 
telah dilakukan oleh beliau kepada kita. Itulah karunia dan keindahan yang 
teramat indah kasih sayang yang abadi antara anak dan orang tua.....
Salam hangat
Bu Reni

----- Original Message ----
From: Achmad Jauzi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 25, 2007 9:15:49 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Panti Jompo ? ? ? Terserah Saja

Terserah buat yang menganut paham pro atau anti panti jompo...Alasan juga 
bermacam-macam : agama, fasilitas perawatan, waktu, ekonomi dan lain-lain... 
Saya hanya ingin berbagi pengalaman waktu merawat almarhum ayah yang meninggal 
saat berusia 70 tahun. Tidak terlalu tua memang, tapi 10 tahun diantaranya 
dihabiskan sebagai pasien stroke, dan setahun terakhir digerogoti penyakit 
kanker...Mungkin tidak ada yang istimewa karena semua anak yang merawat 
orangtuanya di saat udzur juga melakukan hal yang sama seperti yang saya 
lakukan...Hanya sedikit saja permintaanya yang mungkin nanti kalau saya berada 
pada kondisi yang sama juga akan saya lakukan, yaitu :

1. Di akhir hidupku aku ingin selalu berada dekat dengan orang-orang yang 
kucintai, obatku bukan yang diberikan dokter tapi senyum isteri, anak-menantu 
serta tawa para cucuku
2. Aku ingin kematian yang indah yaitu dikelilingi oleh orang-orang yang 
kusayangi yang membimbingku mengucapkan KALIMAT TAUHID dan membacakan ayat-ayat 
suci di telingaku sampai nafas terakhirku
3. Aku ingin dimandikan, dikafankan, dishalatkan, dan dikuburkan oleh 
anak-anakku
4. Tidak perlu ada upacara penghormatan militer dan tidak perlu dimakamkan di 
Kalibata

Alhamdulillah, permintaan tersebut dapat kami laksanakan. Saat memandikan, kami 
menggunakan cara tradisional di kampung orang tua kami yaitu jenazah tidak 
diletakkan di atas tempat pemandian tapi dipangku oleh anak-anakya yang duduk 
berselonjor berhadap-hadapan. ..Air cucuran pemandian jatuh ke paha dan yang 
saya ingat adalah bahwa Ayah telah berkali-kali memandikan kami saat kami kecil 
(mengapa kami tidak mau memandikannya saat tua dan berbaring di tempat tidur 
karena uzur), dan memandikannya untuk terakhir kali saat beliau wafat ???

Setelah dimandikan dan dikafankan, Abang sebagai anak tertua memimpin Shalat 
Jenazah dan kami bertiga yang memasukkan jenazah ke liang lahat dan menutupnya 
dengan tanah yang kami cangkul sendiri...

Kalau dibandingkan dengan apa yang telah Ayah lakukan, itu semua tidak ada 
apa-apanya.. .

Untuk yang ingin meletakkan orang tuanya di rumah jompo silahkan saja...Tapi 
bagi keluarga kami jawabannya adalah : TIDAK AKAN PERNAH


         

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke