DH,
hanya bertanya...apakah koalisi ini juga akan mementingkan dan memperjuangkan nasib rakyat...? kok saya gak baca yah...? apa kalimat dan visi itu ketinggalan yah...? PG --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Gus Dur: Itu Skenario Menghadapi Pilpres 2009 > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/25/utama/3628529.htm > ===================== > > Jakarta, Kompas - Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Sukardi > Rinakit menilai koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan > Partai Golkar mempunyai empat dimensi. Dimensi pertama adalah > bersatunya kelompok nasionalis karena khawatir dengan menguatnya > sektarianisme. > > Sementara itu, sosiolog dari Universitas Airlangga, Daniel Sparringa, > Minggu (24/6), menuturkan, pesan yang ingin disampaikan Partai Golkar > dan PDI-P lewat pertemuan Medan itu, antara lain, untuk memberikan > pesan kepada masyarakat bahwa di antara mereka tidak ada perbedaan > mendasar. > > Dalam perbincangan dengan Kompas, kemarin, Sukardi Rinakit > mengemukakan, dari empat dimensi itu, yang kedua, ada keinginan untuk > melakukan penggantian kepemimpinan secara reguler dan menjadikan > partai politik sebagai pilar demokrasi. Hal ini seiring dengan > munculnya ke atas permukaan gerakan cabut mandat maupun calon independen. > > Ketiga, membangun komitmen di antara dua partai besar untuk menguasai > parlemen dan saling menunjang dalam pemilu presiden (pilpres) maupun > pemilihan kepala daerah. > > Keempat, PDI-P sendiri sebagai inisiator dari koalisi itu ingin > menjajaki orang nomor dua, yaitu Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar > Surya Paloh, setelah menjajaki Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah > Din Syamsuddin. "Koalisi ini positif," ucap Sukardi. > > Koalisi ini oleh Sukardi pun diperkirakan akan lebih solid ketimbang > koalisi jilid I yang pernah digagas Akbar Tandjung, yaitu > menggabungkan Partai Golkar, PDI-P, Partai Persatuan Pembangunan, dan > Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). > > Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menilai koalisi > itu akan sulit diwujudkan pada tataran praksis, dan hanya sebatas pada > tataran ideologis. > > Menurut dia, koalisi ini juga merupakan skenario dalam menghadapi > pemilihan presiden tahun 2009 serta bertujuan untuk mempersempit pintu > masuk bagi calon presiden dari partai lainnya. > > Aria Bima, anggota Fraksi PDI-P di DPR, mengungkapkan, "Koalisi > Kebangsaan" di Medan itu lebih didasari motivasi kebangsaan yang > akhir-akhir ini didera persoalan. Dalam konteks ini, di Medan, > kebetulan yang menjadi "mitra" PDI-P adalah Golkar karena memiliki > visi yang sama dalam persoalan kebangsaan dan Pancasila. > > Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Malik > Haramain, semalam, mengatakan, yakin pertemuan di Medan itu, > bagaimanapun, memiliki kaitan dengan pertemuan antara Taufik Kiemas > dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Pusat GP Ansor, Jalan Kramat > Raya 65, pada 20 Mei lalu. "Pertemuan politik selalu saling terkait," > ujarnya. (SUT/NWO/JON/OSD/ONI) >
