Terharu juga membaca SBY sampai banjir air mata di Bogor,
  saya juga ikut nangis (kecil-kecilan).....
  Kini katanya beliau akan turun gunung dan sebagainya!
   
  Apakah selama ini SBY ada di puncak berkabut dan jauh dari
  lembah derita rakyat kecil atau bagaimana ya?
  Bagaimana kalian, rekan-rekan seperjuangan?
  Apakah kalian masih punya air mata yang tersisa buat dicucurkan
  bersama SBY?
   
  Alamak, mudah-mudahan air mata ini bukanlah air mata buaya....
  Marilah kita tegak berdiri dan nangis bersama, OK!
   
  Salam
  :=((
  Las.
  

Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/25/utama/3628527.htm
=====================

Bogor, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangis saat
mendengar paparan mengenai masalah yang lebih dari satu tahun dialami
belasan ribu korban lumpur panas Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo, Jawa
Timur, di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa
Barat, Minggu (24/6).

Setelah menangis itu, Presiden Yudhoyono berjanji akan turun gunung
mengatasi permasalahan korban.

Paparan mengenai permasalahan korban lumpur Lapindo disampaikan 20
wakil warga yang difasilitasi penulis Emha Ainun Nadjib untuk bisa
bertemu langsung dengan Presiden Yudhoyono. Setelah pertemuan tertutup
sekitar 90 menit, Emha yang berpakaian serba gelap langsung pergi.

"Kami sangat terharu, Bapak Presiden setelah kemudian melihat
permasalahan dan penderitaan yang kami alami, dan melihat kenyataan
belum jelasnya realisasi dari janji-janji, beliau sampai menangis,"
ujar Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jatirejo Khoirul Huda
seusai bertemu Presiden.

Khoirul yang bertugas sebagai juru bicara warga memberikan keterangan
di halaman Masjid Al Istiqomah yang berjarak sekitar 300 meter dari
Puri Cikeas Indah. "Semoga ini pertanda baik bagi korban lumpur
seluruhnya," ujar Khoirul.

Turun gunung

"Secepat-cepatnya Presiden akan turun gunung. Turun gunung adalah
bahasa beliau," ujar Khoirul Huda.

Tidak dijelaskan apa arti turun gunung itu. "Ada satu rantai informasi
yang terputus. Apa yang didengar Presiden selama ini berbeda dengan
realitas di lapangan. Untuk itulah Presiden akan mengecek realitas
sebenarnya," ujar Rahmat, wakil warga yang juga diterima Presiden. Ia
mencoba menjelaskan arti turun gunung itu.

Menurut Khoirul dan Rahmat, kepada Presiden, wakil warga telah
menyerahkan "segepok" pernyataan warga yang minta realisasi dari janji
pemerintah untuk memberikan ganti rugi langsung tunai secara bertahap,
yakni 20 persen dan 80 persen.

Mereka yang diterima Presiden di kediamannya di Cikeas mengklaim
mewakili 94 persen keluarga korban lumpur panas Lapindo yang berjumlah
10.478 keluarga. (INU)



         

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke