kalau saya seih, media tetap sah-sah saja memberitakan siapapun, karena 
masyarakat juga berhak atas informasi yang ada. pasalnya, adalah bagaimana 
media massa mengemas informasinya sehingga tidak berada dalam ruang-ruang 
konflik, yang memang akibatnya menyuburkan sudut pandang tertentu. artinya, 
kalau media memuat informasi mengenai islam garis keras atau apapun istilahnya, 
pada saat yang bersamaan, media juga menampilkan pandangan-pandangan islam 
moderat, sehingga masyarakat akan bisa mendapatkan informasi mengenai islam 
yang lengkap dalam konteks gerakannya. begitu juga informasi mengenai 
fundamentalisme yang lain, ya.

bagaimana temen-temen media?

salam,

mmd

Muhammad Rivai Andargini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
     Get the point.
 
 Sudah tahu ABB itu kalau bicara seperti (maaf) ember bocor, kenapa juga
 pers seneng ngejar-ngejar dia ? Berita terbaru adalah kabar bahwa ABB
 menuntut Densus 88 dibubarkan. Pers menangkap ini sebagai peluang untuk
 semakin menaikkan oplah mereka namun disisi lain jadi timbul kesan ABB
 ini yang mewakili seluruh umat Islam di Indonesia...
 
 Kalau buat saya sih simple, andaikata kelompok ABB, AD maupun
 kelompok-kelompok yang lain tidak menikmati priviledge dari media,
 mungkin mereka sudah lenyap entah kemana.
 
 Terus terang saya heran ada yang mengundang ABB buat ceramah :-). Heran
 juga melihat berita yang mengejar-ngejar mereka.
 
 Tanya kenapa ?
 
 Vavai
 

Kirim email ke