Salam,

Saya beberapa kali ngobrol dengan Pak Nurul Taufiqu Rochman ini, dan kesan
selalu yang saya dapatkan adalah "semangat." Optimisme akan peluang
nanoteknologi di Indonesia ditunjukkan melalaui karya-karyanya. Mulai dari
ide didirikannya Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI), kemudian berbagai
riset dan penelitian nanoteknologi yang sudah dipublikasikan secara
internasional, dan yang terakhir adalah mematenkan dua jenis mesin pembuat
nanopartikel yang menggunakan bahan baku lokal Indonesia murni (pastinya
tidak akan berhenti sampai disini). Sayangnya, apa yang dikerjakan Pak Nurul
masih dipandang sebelah mata, bahkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi,
termasuk dengan minimnya bantuan pendanaan.

= = = =

Sebuah penelitian oleh lembaga riset di Amerika Lux Reserach pada tahun 2005
melaporkan, bahwa saat ini ada 4 negara yang leading dalam bidang
nanoteknologi, yaitu: Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Jerman.
Lembaga ini juga memprediksi Taiwan dan China akan segera masuk daftar
tersebut dalam 5 tahun mendatang. Negara lain yang juga diperhitungkan akan
melejit adalah Singapura dan India.

Banyak negara-negara Asia tercantum dalam laporan ini. Ketika saya
memikirkan dimana posisi Indonesia, saya teringat ucapan Pak Nurul beberapa
bulan yang lalu (dan sering ia tegaskan di berbagai media), Indonesia
mempunyai peluang yang lebih besar karena mempunyai modal berupa kekayaan
alam yang tidak dimiliki negara lain. Ia menyebutnya sebagai *unique
technology. *Melalui nanoteknologi-lah Indonesia dapat maju dan disegani,
karena  bidang ini merupakan masa depan dunia. Optimisme ini yang patut kita
teladani dan dukung. * *

Sukses selalu untuk Indonesia!


Hormat saya,
Zaki-yang-Sedang-Ingin-Lebih-Mencintai-Indonesia


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke