Pemutaran film ini sebagai media kampanye dan agitasi
kepada rakyat miskin setempat untuk sadar adanya bahaya yang mengancam
kehidupan mereka, yakni kekerasan Negara, baik struktural, ekonomis,
maupun represivitas fisik aparat Negara. Film diputar pada 9 Juli 2007 jam 
18.00.

Pemutaran
film diadakan di pemukiman rakyat miskin Kampung Gili Sampeng Grogol.
Kampung yang sampai saat ini belum diakui oleh aparat kelurahan untuk
secara adminitratif menjadi bagian wilayah mereka.

Kampung Gili
Sampeng merupakan pemukiman rakyat miskin di tengah pembangunan kota
modern. Kondisi Kampung Gili Sampeng begitu memprihatinkan. Pemukiman
mereka berada di bawah gundukan sampah bagunan yang tertumpuk setiap
harinya. Beberapa dari mereka diuntungkan dari adanya sampah tersebut,
yakni dengan memungutnya untuk kemudian dijual. Namun, sisi yang lain,
debu sampah tersebut sangat mengganggu warga setempat. Beberapa warga
mengalami ganguan pernapasan dari kondisi lingkungan sekitar. Selain
itu, sebagian dari mereka bekerja menjadi pengemudi dokar.

Beberapa
masalah lain muncul, yakni mafia-mafia tanah yang kerap kali
mengintimidasi mereka untuk meninggalkan tempat tinggalnya atau
mengharuskan mereka membayar harga tanah yang mereka tinggali dengan
harga yang sulit terjangkau.  Selain itu, preman-preman kampung juga
kerap memaksa warga memberikan uangnya untuk mereka. 

Pemutaran
film diadakan di atas tumpukan sampah bangunan, juga tempat dimana
kuda-kuda untuk dokar diistirahatkan sejenak sebelum dikandangkan.





 
____________________________________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke