Saya setuju Bung Mulyadi. Saya kira teman-teman LSM lingkungan dari 
awal sudah menyoroti soal tanggungjawab pemerintah dalam maraknya  
perdagangan kayu ilegal. Bagaimanapun pemerintah kita punya andil 
besar dalam pengrusakan hutan, termasuk di Papua. Ilegal loging dari 
Papua bisa masuk ke China juga tidak lepas dari peran aparat kita 
yang memuluskan jalan itu. Cuma dalam berita Era Baru memang 
mengungkap sisi lain dari perdagangan kayu merbau ilegal yang masuki 
ke China, yang selama ini belum banyak disentuh media massa. Media 
itu hanya ingin menunjukan bahwa ada faktor peran komunis China juga 
yang berpengaruh atas pengrusakan hutan papua, khususnya menjelang 
Olimpiade Beijing, dimana Komite Olimpiade dan rejim komunis China 
menutup mata atas masuknya kayu ilegal tersebut. Saya kira semua 
yang punya andil dalam pengrusakan hutan kita, harus kita ingatkan 
dan kritisi supaya hutan alam kita tidak semakin rusak ditelan 
keserakahan.

thanks

--- In [email protected], stephanus Mulyadi 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pertanyaanya saudara pra_jar, 
> 
> mana yang lebih dekat dan besar tanggung jawabnya terhadap hutan 
Papua? Pemerintah Cina atau pemerintah Indonesia?
> Kalau kita, orang indonesia, mau menuntut pertangung jawaban, 
siapa yang lebih pantas kita tuntut, lebih konkrit kita tuntut, 
lebih dulu kita tuntut, pemerintah cina atau pemerinta indonesia?
> Apakah kita mau teriak-teriak atau demonstrasi di jalanan mengutuk 
pemerintah cina karena membeli kayu ilegal dari indonesia, sementara 
oknum dari pemerintah indonesia ada yang terlibat dalam praktek 
perusakan hutan di indonesia dan dalam praktek penjualan kayu ilegal 
ke cina?
> Tidak banyak yang bisa kita buat terhadap pemerintah cina yang 
menutup mata tersebut, tapi ada banyak hal yang bisa kita buat 
terhadap pemerintah kita yang menutup mata.
> Paling-paling pemerintah cina akan bilang:
> wah, gak tahu kalau kayu itu ilegal.
> atau dia akan bilang: salah sendiri loe mau jual, ya gua beli.
> Nah, mau apa kita?
> Tapi ya sah-sah saja, kalau Telapak dan LSM Lingkungan di 
Indonesia menyoroti cina. Itu juga baik. Tapi jangan lupa, lampu 
sorotnya juga diarahkan pada kenyataan di negara sendiri.
> 
> Salam
> Mulyadi
> 
> pra_jar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Bung 
Hendra Bujang,
>  Saya setuju bahwa masalah pengrusakan hutan di Papua bukan semata-
>  mata karena adanya permintaan kayu dari  China untuk kepentingan 
>  Olimpiade Beijing. Karena perdagangan ilegal logging memang 
>  melibatkan banyak pihak dalam jaringan multinasional. Dari mulai 
>  Indonesia, dan negara-negara yanng dilalaui seperti Singapura 
>  Malaysia, dan Hongkong juga terlibat dalam memuluskan jalan 
>  penyelundupan kayu ke China. Bagaimana kayu ilegal tersebut bisa 
>  mendapatkan dokumen yang seolah-olah legal. Peran aparat kita 
sudah 
>  pasti juga sangat besar dalam masalah ini. Namun satu hal yang 
>  menjadi sorotan Telapak dan LSM lingkunngan lainnya adalah bahwa 
>  penguasa komunis China sepertinya mentup mata terhadap banyaknya 
>  kayu ilegal yang masuk ke negaranya. Karena mereka memamng sangat 
>  membutuhkan kayu-kayu itu untuk prasarana Olimpiade. Bahkan tidak 
>  ada lembaga berwenang yang mengawasi masalah ini, sebagaimana 
>  direkomendasikan dalam MoU dengan RI pada 2001 lalu tentang 
>  pencegakan penyelundupan kayu liar itu. Jadi andil penguasa China 
>  disini juga cukup besar dalam pengrusakan hutan Papua. Masalah 
ini 
>  tentu harus kita kritisi juga. Pemerintah RI dan juga penguasa 
China 
>  harus bertanggungjawab.
>  
>  salam
>


Kirim email ke