Selain masalah penarikan pajak dan target NPWP itu sendiri. Masalah
selanjutnya adalah kemana perginya semua uang hasil pemasukan pajak itu.
Semuanya bukankah seharusnya transparant ? karena itu adalah uang yang
ditarik dari rakyat.
Dan selain mikirkan meningkatkan target NPWP, pikirkan juga bagaimana
membersikan oknum oknum pegawai pajak sendiri yang justru membantu para
pengusaha menggelapkan pajak untuk komisi yang pastinya masuk ke kantong
pribadi dan mungkin kantong beberapa petinggi di atasnya.
Kecuali memang negara ini sebenarnya adalah sebuah kerajaan dimana rakyat
tidak boleh mempertanyakan kemana perginya pajak yang mereka bayarkan itu.

Kadang agak tidak masuk akal juga sih kalau memikirkan jumlah uang yang
seharusnya bisa masuk ke kas negara. Contoh, penjualan rokok di kota Jakarta
saja (tanpa perlu melihat daerah lain dulu). Di jakarta apakah mungkin satu
merek rokok (misalnya Sampoerna Mild yang iklannya mejeng di mana mana )
mencapai jumlah 500 ribu bungkus per hari ? saya rasa itu lebih.
Dengan harga rokok yang sekarang misalnya minimal Rp 7 ribu per bungkus,
total omzet perhari itu berarti = Rp 3.500.000.000,- .
Saya lupa pajak rokok sekarang berapa tapi tahun 2003 pajak rokok itu 30%
dari harga eceran dan dengan pajak 30 % berarti dengan contoh tadi pajak
yang didapat adalah Rp 1.050.000.000,- per hari. dikali dengan 30 hari =
31.500.000.000 (31,5 millyar). Dan saat ini adalah begitu banyak jenis rokok
dan begitu besar jumlah penjualannya. Kemana semua uang itu ?
Ini baru bicara rokok saja. Belum yang lainnya.



Regards,
Paulus T.

Kirim email ke