Pat, Make it short aja deh...
jelaskan apa hubungan segala teiori yang kau baca ttg negara bangsa dsb nya, sehingga nggak sepandapat dengan ku bhw penghinaan thd bendera kebangsaan punya hubungan dengan lunturnya semangat kebangsaan.. Biar aku jadi lebih pintar gitu lho... Kita disini kan justru buta tukar argumen.. nukan berteka teki seperti gaya imilmu ini..smile.. Sudah tua nih..malas berteka teki...capeee deehhhh . pliss deh jelaskan hubungannya... Barangkali maksudnya.. mereka itu mau hilangkan batas kenegaraan supaya mereka bisa merajalella menguasai negara lain... khususnya yang nggak punya kebanggaan pd negaranya ya....?? just curious... Salam capee Hnaiwar At 05:24 PM 09-07-07, you wrote: >Pak Haniwar Yang Terkasih, > >Bagaimana kita memaknai bangsa? Negara? Negara-bangsa? Pemerintah? >Bila sejumlah pertanyaan itu dinilai terlalu mendasar sehingga tidak >bermakna lagi, maka dasar seseorang untuk menilai semangat kebangsaan >patut dipertanyakan!! > >Bangsa, negara, negara-bangsa, pemerintah, adalah sesuatu yang >mendasar...Tapi, bila tidak dipahami & dimaknai secara baik, kita bisa >salah kaprah lowhh Pak :-) > >Seluruh perubahan sosial dewasa ini, misalnya globalisasi, membuat >banyak orang mempertanyakan kembali (bahkan meredefinisi) makna >bangsa, negara, negara-bangsa, pemerintah, batas-batas nasional, dsb... > >Banyak sekali para ahli yang mengulas kembali ihwal-ihwal bangsa, >negara, negara-bangsa, pemerintah, dll...Dapat dilihat dari >karya-karya akademis (bahkan juga fiksi) yang membahas hal-hal >tersebut dalam 1 dekade terakhir ini..Dan, itu sangat amat banyak >sekali! Bukan begitu? > >Nahhh, perubahan sosial lainnya juga kiranya memicu kita utk >mempertanyakan kembali makna bangsa, negara, negara-bangsa, >pemerintah, dll... > >Saya bukan sosiolog, ahli politik, filsafat, atau apapun...Saya hanya >mengajak agar kita bertanya kepada diri sendiri...Yaaa..itu tadi Pak, >mengenai ihwal negara, bangsa, negara-bangsa, pemerintah, dsb... > >Sekali lagi Pak, bertanya ke diri sendiri lowhhhhh...bukan ke orang >lain...Soalnya, kalau bertanya ke orang lain, malah jadi >pretensius...Apalagi, hal-hal yang ditanyakan adalah hal-hal yg >mendasar & tak bermakna (ini menurut Bapak lowhhhhh)... > >Jadi, sekali lagi Pak...Mari bertanya ke diri sendiri, jangan ke orang >lain ya Pak....Kalau ke orang lain, mereka bakal bilang 'CHAAAPPPPEEEE >DEHHHHH' :-) > >Salam hangat, > >Patrick Hutapea
