Wah, refleksi dari Pak Ahmad Jauzi dan Pak Suhaimi ini top banget! Kian jelas 
bahwa mutu anggota dan posting FPK ini makin berbobot. Tetaplah mampu berpikir 
kritis dan melihat ke diri sendiri dengan tajam. Dengan demikian, kita tak 
senantiasa mudah melempar-lempar kesalahan ke orang lain. Indonesia ini PR-nya 
banyak, dan kita semua turut andil dalam menyelesaiaknnya atau, sebaliknya, 
membuatnya kamin morat-marit. 
   
  Selamat buat kedua bapak ini. Mantaaaaps!
   
  manneke

Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Menurut saya komentar anda ga basi-basi amat kok Pak....
Saya hanya menambahkan saja alinea terakhir anda begini :

"HATI KITA (BANGSA INDONESIA) INI, TIDAK AKAN PERNAH MENYATU, SEPANJANG MASIH 
ADA DUSTA DIANTARA KITA SESAMA ANAK BANGSA" lengkapnya :

-Sepanjang masih ada dusta antara Pemimpin terhadap Rakyatnya
-Sepanjang masih ada dusta antar sesama Pemimpin bangsa ini.
-Sepanjang masih ada dusta antara Pemuka agama terhadap Umatnya.
-Sepanjang masih ada dusta antar sesama Pemuka agama negeri ini.
-Sepanjang masih ada dusta antara si kaya dengan si miskin.
-Sepanjang masih ada dusta antara si Pengusaha terhadap Pekerjanya.
-Sepanjang masih ada dusta antara si pintar terhadap si awam.
-Sepanjang masih ada dusta diantara Pri dengan non Pri
-Sepanjang masih ada dusta antara Jawa dengan non Jawa.
-Sepanjang masih ada dusta antara Muslim dengan non Muslim.
-Sepanjang masih ada dusta antar sesama Muslim negeri ini.

Suhaimi

----- Original Message ----- 
From: Achmad Jauzi 
To: [email protected] 
Sent: Monday, July 09, 2007 1:39 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Tak Rela Merah Putih Dilumpuri - Tak Ada 
Toleransi Atas Separatisme

Sori nich kalau komentarnya agak basi, soalnya baru pulang kampung ngantar 
Ibunda melihat Pak JK meresmikan pembangunan kembali istana pusaka di kampung 
leluhur...

Bendera dilumpuri? Saya kagum dengan patriotisme orang-orang yang benci dengan 
adegan tersebut (saya tidak lihat)...Jadi inget waktu SD dimana pembina pramuka 
mengajarkan mencium Merah Putih, bendera tidak boleh jatuh ke tanah, tidak 
boleh menginap dll...apalagi di saat SD saya di Bandung dan tinggal di komplek 
tentara...ha ha ha ... Saya jadi bingung, apakah patriotisme harus dilakukan 
pada simbol-simbol seperti itu? Setelah ABG saya melihat banyak bendera Stars & 
Stripes serta Union Jack dijadikan Bra dan Bikini, yang saya ingat bener adalah 
Samantha Fox dan Mandy Smith melakukanna secara terang-terangan di banyak 
majalah pada waktu itu...Tapi ternyata tidak ada masalah dengan hal itu...Tidak 
ada masalah patriotisme dengan tindakan mereka itu...Pelecehan terhadap 
lambang-lambang negara? Jadi inget film Naked Gun dengan semua seri yang pernah 
saya tonton...Presiden Bush yang tua, Ratu Elizabeth, Burung Garuda Versi 
Amerika...semua dijadikan olok-olek tapi tidak masalah
tuch...

Terus masalah kedua separatisme...Sepertinya gagah ya, TIDAK ADA TEMPAT UNTUK 
SEPARATISME...He he he, jadi inget cerita Alm Ayah yang pernah ditugaskan di 
Irian dan "menumpas" beberapa gerakan separatis sehingga mendapatkan 7 bintang 
operasi yang masing-masing menjamin pemiliknya punya kapling di taman makam 
pahlawan...Menurut beliau tindakan represif hanya akan memadamkan separatisme 
untuk sementara, selama kekuatan NKRI masih dominan separatisme akan 
kalah...Selamanya separatisme akan ada selama HATI TIDAK PERNAH 
MENYATU...Banyak sekali variablenya untuk menyatukan hati...Sayang sekali yang 
ada saat ini adalah sejuta alasan logis untuk menyuburkan separatisme...

Kirim email ke