http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/13/humaniora/3681593.htm
==================

LONDON, RABU - Beberapa astronom menyatakan telah menemukan
tanda-tanda adanya galaksi terjauh yang bisa dikatakan tertua dari
tata surya. Penemuan ini akan sangat berarti untuk upaya menjawab
pertanyaan tentang asal-muasal terjadinya alam semesta.

Cahaya yang tertangkap oleh teleskop yang digunakan oleh tim astronom
tersebut diperkirakan berasal dari bintang. Kilasan cahaya itu berusia
sekitar 500 juta tahun dan telah menempuh jarak miliaran tahun cahaya.

Hal itu diungkapkan Richard Ellis, astronom dari California Institute
of Technology. Dengan perkiraan usia bintang tersebut, tambahnya,
berarti tim itu telah berhasil menemukan galaksi yang usianya lebih
tua dari galaksi yang selama ini telah diketahui.

Tim astronom tersebut menggunakan teleskop Keck yang amat besar di
Hawaii. Teleskop tersebut memiliki cermin berdiameter 10 meter. Namun,
saat menembus lapisan medan gravitasi di seputar bumi, tambah Ellis,
lensa mengalami penguatan 20 kali lipat. Ketika melalui lapisan
tersebut, cahaya dibelokkan.

Menurut Ellis yang dihubungi melalui telepon oleh Reuters, kini para
ilmuwan masih berupaya mengungkap lebih banyak lagi soal alam semesta
yang diperkirakan terbentuk sekitar 13,5 miliar tahun lalu.

"Obyek ini merupakan obyek tertua dari yang pernah ditemukan
sebelumnya," ujar Ellis yang mempresentasikan penemuannya bersama
mahasiswa Dan Stark pada pertemuan Royal Astronomical Society, Rabu
(11/7).

"Akibatnya, galaksi ini adalah generasi awal bintang-bintang yang
menyala pada saat alam semesta masih 'bayi'," katanya.

Penemuan tersebut merupakan kunci penting untuk mengungkap asal-muasal
terjadinya alam semesta. Selama ini, teori Big Bang—ledakan energi
yang luar biasa hebat—diyakini sebagai proses kelahiran alam semesta.
Pada usia 300.000 pertama, semesta luar biasa panas sebelum kemudian
periode gelap karena belum terbentuk bintang. (Reuters/isw)



Kirim email ke