Konflik Etnis di Indonesia

Pasca kejatuhan rezim Orde Baru konflik etnik yang disertai kekerasan meruyak, 
membuat kita kembali berpikir soal kebhinekaan Indonesia yang ternyata tidak 
ika. Imaji Indonesia yang harmonis ternyata tak sepenuhnya benar. Satu per satu 
peristiwa kekerasan yang memakan korban jiwa muncul ke permukaan. Peristiwa 
Sampit adalah salah satunya. 

Konflik etnis yang melibatkan suku Madura versus Dayak bermula dari retaknya 
relasi sosial kedua etnis itu karena persoalan-persoalan sosial dan budaya. Hal 
itu makin parah ketika hukum tak bisa ditegakkan dan pemerintah terkesan 
melakukan pembiaran terhadap konflik etnis itu. 

Gerry van Klinken adalah salah satu Indonesianis yang mencurahkan perhatiannya 
pada persoalan ini. Sebagai Indonesianis yang khusyu mendalami konflik etnis, 
dia menelusuri persoalan Sampit itu dari kacamata sejarah. Ibarat pohon, dia 
mencari akar yang membuahkan kekerasan di Sampit. Hasil penelitian ini pula 
yang akan dipresentasikan dalam diskusi sejarah yang akan diadakan Pantau.

Tema        : Konflik Etnis di Indonesia 
Waktu        : Jumat, 27 Juli 2007 (pukul 14.00 - 16.00 wib) 
Tempat        : Pantau, Jalan Raya Kebayoran Lama No 18 CD Jakarta Selatan
          (tempat terbatas, 20 peserta)

Dalam diskusi ini, Klinken akan membawa dokumen-dokumen primer terkait konflik 
Sampit. Diskusi ini merupakan pembuka dan stimulan bagi penyelenggaraan Kursus 
Sejarah di Pantau, yang jadwal dan silabusnya masih dibahas.

Gerry van Klinken. Peneliti di KITLV, Leiden. Objek studinya mengenai konflik 
etnik di sejumlah daerah di luar Jawa. Setelah meraih master geofisika pada 
1978 dari Maquarie University, Sydney, dia mengajar fisika di sejumlah 
universitas baik di Indonesia maupun di Malaysia. Pada 1996 dia mulai 
mengalihkan fokus studinya pada studi Asia dan meraih PhD dari Grifith 
University, Brisbane, dengan spesialisasi sejarah Indonesia. 

Klinken juga menjadi editor buat majalah Inside Indonesia yang terbit di 
Australia. Pada 2002-2004, dia menjadi penasehat riset untuk Komisi Kebenaran 
dan Rekonsiliasi Timor Leste (CAVR). Kini Klinken banyak melakukan studi 
mengenai konflik etnis, memori sejarah, dan transisi pascaotoritarianisme Orde 
Baru di Indonesia. Buku teranyarnya, Small Town Wars: Communal Violence and 
Democratization in Indonesia, akan terbit dalam bahasa Indonesia. []

Pemesanan tempat dan informasi lengkap hubungi:
Dayu Pratiwi
Pantau 
Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 18 CD, Jakarta 12220
Phone. 021 – 7221031 / 722 1044 ex. 400  Fax. 021 – 7221055
Cell. 0815 41009682  Email. [EMAIL PROTECTED] 
www.pantau.or.id


 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke