Bapak SBY Yth,

Melalui milis FPK ini saya ingin mengemukakan kepada bapak bahwa sebenarnya 
hal-hal yang sepertinya sepele seperti mendapatkan kartu Penduduk; SIM dan 
Sertifikat kelahiran, dimana itu semua adalah HAK warga negara di Indonesia, 
mestinya dipermudah dan sebenarnya tidak perlu pembayaran yang mahal. 
Kalau memang memerlukan uang administrasi, ya buatlah semurah dan semudah 
mungkin. Jangan dipersulit dan angan meminta sumbangan untuk 17 Agustus untuk 
kurun waktu satu tahun diminta sekaligus, sewaktu mengambil kartu penduduk.
Apabila praktek-praktek tersebut diatas bisa dipermudah dan dengan pembayaran 
yang tertera dengan jelas dalam formulir (transparan), maka pemerintah sudah 
melakukan satu langkah kemajuan kebijakan yaitu, kemudahan dalam pengurusan 
hak-hak warga negaranya yang paling basic dan pokok.
Dan apabila praktek-praktek tersebut diatas masih membuat sulit bagi warga 
negara Indonesia, ya artinya pemerintahan dalam negri kita belum berjalan 
dengan jelas dan adil bagi masyarakat Indonesia ini, dan harus memperbaiki cara 
kerja nya lagi.

Salam,
Yuli


Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/17/Politikhukum/3694344.htm
 ==================
 
 Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta kepada
 kalangan pers untuk mengawasi dirinya, para menteri, kepala daerah,
 dan para pejabat daerah, terutama untuk mengimplementasikan sejumlah
 kebijakan pembangunan ekonomi dengan tujuan peningkatan kesejahteraan
 rakyat.
 
 Peningkatan kesejahteraan rakyat itu diharapkan mewujud dalam
 penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran dan
 pengurangan jumlah rakyat miskin.
 
 "Pers, lakukan kontrol dan pengawasan kepada saya, para menteri, serta
 pejabat di daerah. Pastikan semua bekerja untuk itu," ujar Presiden
 dalam sambutan peresmian pabrik motor TVS asal India di Karawang, Jawa
 Barat, Senin (16/7).
 
 Presiden menuturkan kabar gembira terkait dengan pertumbuhan ekonomi
 triwulan pertama tahun 2007 yang mencapai 6 persen di mana investasi
 memberi sumbangan yang cukup besar. Dengan peningkatan konsumsi,
 didorongnya pengeluaran pemerintah, dikembangkannya ekspor, dan makin
 membaiknya investasi, pertumbuhan lebih besar akan dapat dicapai.
 
 Untuk prasyarat tumbuhnya ekonomi yang berujung pada peningkatan
 kesejahteraan rakyat, Presiden minta iklim investasi yang baik terus
 dipertahankan.
 
 "Jajaran pemerintah di daerah, galakkan pertumbuhan ekonomi dan
 majukan investasi sambil terus melakukan perbaikan iklim investasi dan
 dunia usaha. Permudah setiap urusan. Jangan dipersulit semua itu,"
 ujarnya.
 
 Di era globalisasi, Presiden mengemukakan, ekonomi yang dianut
 Indonesia adalah ekonomi terbuka. Dengan keterbukaan, kemitraan dan
 kerja sama dengan negara lain menjadi prasyarat. Untuk kemitraan dan
 kerja sama itu, Presiden memegang prinsip keadilan dan membawa manfaat
 untuk rakyat.
 
 Permintaan Presiden kepada pers untuk mengawasi dan mengontrol para
 pejabat, termasuk dirinya, terkait tujuan untuk peningkatan
 kesejahteraan rakyat memang beralasan.
 
 Beberapa kali, kebijakan yang dibuat pemerintah pusat kerap tidak
 terimplementasikan dengan baik di tingkat daerah atau di tingkat
 pelaksana. Contoh kasus terakhir adalah penanganan korban semburan
 lumpur panas PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur.
 
 Terhadap kebijakan pusat yang sudah dikeluarkan, pelaksanaannya di
 lapangan jauh dari perkiraan dan harapan. Untuk tidak berjalannya
 kebijakan pemerintah ini, Presiden sampai menangis mendengar keluhan
 dan derita beberapa warga yang langsung diterima di kediamannya di
 Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat. (INU)
 
 
     
                       

  
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke